Wall Street: Dow Jones dan S&P 500 Torehkan Level Tertinggi

Ilustrasi Wall Street. Foto: iStock

Wall Street: Dow Jones dan S&P 500 Torehkan Level Tertinggi

Husen Miftahudin • 22 November 2024 08:11

New York: Indeks saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street menguat pada perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat pagi WIB) dengan indeks Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 di Bursa Efek New York, AS, menorehkan level tertinggi dalam sepekan terakhir.
 
Dikutip dari Investing.com, Jumat, 22 November 2024, indeks Dow Jones melonjak 461,88 poin, atau sekitar 1,06 persen, menjadi 43.870,35. Indeks S&P 500 meningkat 31,6 poin, atau sekitar 0,53 persen, menjadi 5.948,71. Indeks komposit Nasdaq berakhir datar dengan pergerakan naik hanya 6,28 poin menjadi 18.972,42.
 
Indeks Dow Jones terdongkrak lonjakan saham Salesforce sebesar 3,1 persen setelah tiga perusahaan broker meningkatkan target harga saham perusahaan piranti lunak tersebut.
 
Saham perusahaan teknologi Nvidia naik 0,5 persen setelah merilis laporan keuangan terbarunya. Nvidia mencatatkan perolehan laba kuartal ketiga yang melampaui ekspektasi dan memproyeksikan pendapatan kuartal empat di atas estimasi.
 
Indeks Philadelphia SE Semiconductor melonjak 1,6 persen. Sementara saham perusahaan teknologi Alphabet terjun 4,7 persen ke level terendah dalam empat pekan terakhir setelah Departemen Kehakiman AS mengajukan argumen kepada hakim Google harus menjual Chrome dan mengakhiri monopoli dalam pencarian online.


(Ilustrasi. Foto: Freepik)
 
Penurunan saham Alphabet membuat indeks sektor layanan komunikasi S&P 500 merosot 1,73 persen. Indeks sektor utilitas memimpin penguatan indeks S&P 500.
 
Saham Amazon anjlok 2,2 persen setelah dikabarkan akan menjalani pemeriksaan oleh Uni Eropa terkait praktik pengedepanan produk brand sendiri di marketplace online milik perusahaan e-commerce tersebut.
 
Laporan terbaru menunjukkan jumlah klaim tunjangan pengangguran secara tak terduga turun pekan lalu, seiring rebound yang dialami pertumbuhan lapangan pekerjaan pada November.
 
Perhatian para investor selanjutnya akan tertuju kepada komentar para pejabat Federal Reserve sebelum berlangsungnya pertemuan FOMC pada pertengahan Desember mendatang. Menurut instrument FedWatch CME Group, The Fed diperkirakan akan melakukan pemangkasan suku bunga untuk terakhir kalinya tahun ini.
 
Di sisi lain, harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange meningkat seiring mencuatnya tensi perang Rusia-Ukraina. Harga emas untuk pengiriman Desember 2024 naik 0,9 persen menjadi USD2.674,9 per ons.
 
Peningkatan harga emas berjangka terbatasi penguatan nilai tukar dolar AS, dengan indeks dolar AS naik 0,34 persen menjadi 107,04.
 

Baca juga: IHSG Ditutup Melemah 0,55%
 

Bursa saham Eropa ikut menguat

 
Sementara itu, bursa saham Eropa menguat pada perdagangan Kamis waktu setempat, dengan indeks STOXX 600 Eropa naik 0,5 persen, seiring meningkatnya saham sektor teknologi dan energi.
 
Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 64,2 poin, atau sekitar 0,79 persen, menjadi 8.149,27. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, meningkat 141,39 poin, atau sekitar 0,74 persen, menjadi 19.146,17.
 
Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, menguat 22,2 poin, atau sekitar 0,19 persen, menjadi 11.611,7. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Prancis, menanjak 14,87 poin, atau sekitar 0,21 persen, menjadi 7.213,32.
 
Nilai tukar poundsterling melemah 0,1 persen terhadap dolar AS menjadi USD1,26405 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran 1,12015 euro per pound.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)