.
26 September 2025 12:45
Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Boyolali memberikan klarifikasi terkait video viral yang menyoroti sebuah bangunan pertanian sederhana dengan anggaran fantastis Rp112 juta. Pihak dinas menjelaskan bahwa dana tersebut tidak hanya untuk bangunan fisik, melainkan untuk sebuah sistem irigasi sumur dalam yang mampu mengairi 10 hektare sawah.
Sekretaris Dinas Pertanian Boyolali, Retna Nawangtari, menjelaskan bahwa anggaran Rp112 juta tersebut mencakup biaya pengeboran sumur, instalasi listrik, pompa air, hingga jaringan distribusi pengairan.
"Rp112 juta bukan hanya bangunan yang kecil itu, tetapi juga untuk pengeboran sumur, listriknya, perpompaannya, pengairannya, dan distribusinya yang bisa mengairi sawah sekitar 10 hektare. Jadi, ketika Waduk Cengklik sudah tidak mampu lagi mengairi sawah, kebutuhan air tetap mencukupi," ujar Retna dikutip dari Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Jumat, 26 September 2025.
Informasi yang beredar di media sosial (medsos) tersebut menimbulkan persepsi negatif karena hanya menampilkan sebuah bangunan kecil yang dinilai tidak sepadan dengan biayanya. Padahal, proyek tersebut merupakan program bantuan sumur dalam untuk Kelompok Tani Sido Mukti 1 yang pengerjaannya dilakukan secara swakelola.
| Baca juga: Ratusan Hektare Sawah di Bangka Selatan Terendam Banjir |