Jakarta: Ramadan 2026 semakin dekat dan sejumlah negara mulai menetapkan awal bulan suci tersebut.
Di Indonesia, organisasi Islam Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Ramadan akan jatuh pada 18 Februari 2026. Sementara itu, pemerintah masih menunggu hasil sidang isbat yang didasarkan pada penampakan hilal untuk menentukan awal puasa secara resmi.
Perbedaan penetapan tanggal ini kerap menimbulkan pertanyaan di masyarakat. Tidak sedikit yang bertanya mengapa awal Ramadan dan juga Hari Raya Idulfitri selalu berubah setiap tahun dalam kalender yang digunakan sehari-hari. Pergeseran ini sering terasa membingungkan karena kadang Ramadan datang lebih cepat dibanding tahun sebelumnya.
Fenomena tersebut sebenarnya berkaitan dengan penggunaan dua sistem kalender yang berbeda. Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat menggunakan kalender Masehi atau Gregorian yang berbasis peredaran Matahari dengan jumlah hari sekitar 365 hari dalam satu tahun. Sementara itu, penentuan Ramadan menggunakan
kalender Hijriah yang didasarkan pada peredaran Bulan.
Kalender Hijriah memiliki durasi tahun yang lebih pendek, yaitu sekitar 354 hari. Selisih sekitar 10 hingga 11 hari inilah yang menyebabkan Ramadan selalu maju lebih awal setiap tahun jika dilihat dalam kalender Masehi. Pergeseran ini bukan berarti waktu berubah, melainkan karena sistem perhitungan yang memang berbeda.
Perbedaan durasi kalender ini juga memunculkan fenomena menarik yang jarang terjadi. Pada tahun 2030, Ramadan diperkirakan akan terjadi dua kali dalam satu tahun kalender Masehi. Ramadan pertama diprediksi dimulai pada awal Januari 2030, sedangkan Ramadan kedua akan berlangsung pada akhir Desember di tahun yang sama.
Fenomena Ramadan dua kali dalam setahun bukanlah peristiwa yang sering terjadi. Secara siklus, kejadian ini biasanya muncul sekitar setiap 33 tahun sekali. Setelah tahun 2030, fenomena serupa diperkirakan baru akan kembali terjadi sekitar tahun 2063.
Dengan demikian, perubahan tanggal Ramadan dari tahun ke tahun merupakan hal yang wajar karena mengikuti peredaran Bulan dalam kalender Hijriah. Pergeseran ini justru menjadi pengingat bahwa waktu berjalan dalam ritme yang berbeda, namun tetap memiliki makna yang sama bagi umat Muslim di seluruh dunia.
Ramadan 2026 pun kini semakin dekat, membawa kembali momen refleksi, kebersamaan, dan ibadah yang dinantikan setiap tahunnya.
Jangan lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.