Jakarta: Setelah arus mudik telah berlangsung, Lebaran 1 Syawal 1447 Hijriah telah dirayakan, saat ini stakeholders terkait tengah mempersiapkan perjalanan arus balik untuk menyambut masyarakat kembali beraktivitas.
Kapan puncak arus balik?
Apa saja yang harus Anda dan keluarga persiapkan? Kapan harus melakukan perjalanan? Dan bagaimana upaya penanganan dari pemerintah? Melansir keterangan
Korlantas Polri, Kementerian Perhubungan, dan sejumlah stakeholders lainnya, bahwa puncak arus balik akan dibagi dalam dua gelombang.
Bahwa pada 24 Maret 2026 atau H plus 3 Lebaran, sedangkan prediksi puncak arus balik kedua ini akan berlangsung pada e 28 hingga 29 Maret mendatang. Dan berkaca dari traffic volume, Pemirsa, bahwa arus mudik kemarin, potensi kepadatan ini diprediksi akan berada di wilayah Trans Jawa sebesar 66%, sedangkan dari arah Jawa Barat ini hingga 33%.
Dan menarik untuk dilihat berkaitan dengan tips ini, yaitu yang pertama, Anda perlu untuk memaksimalkan skenario kerja WFA atau Work From Anywhere.
Ini juga selaras dengan apa yang disampaikan oleh pemerintah, dan juga bahkan ASN juga disesuaikan untuk melakukan WFA tersebut. Karena apabila kita melihat tanggal-tanggal tersebut ya, Pemirsa, sangat mungkin terjadi rawan untuk perjalanan yang sangat macet. Dan yang kedua adalah untuk memaksimalkan diskon tarif tol biasa barga sebesar 30%, ya Pemirsa.
Karena ini merupakan salah satu insentif juga yang diberikan oleh pemerintah. Dan pada hari Puncak Arus Mudik Lebaran ini, sebagai informasi bahwa total ada 270.315 kendaraan yang melakukan perjalanan mudik. Dan jumlah tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah.
Maka angka tersebut juga diantisipasi oleh Korlantas Polri bersama juga dengan stakeholders terkait dalam Puncak Arus Balik yang diprediksi akan berlangsung besok
Rekayasa lalin
Bahwa hal-hal yang berkaitan dengan Puncak Arus Balik ini seperti yang tadi kita sampaikan, dibagi dalam dua kloter di mana Transjawa dan Transjabar ini juga menjadi wilayah yang paling rawan untuk mengantisipasi kepadatan tersebut. Dan untuk mengantisipasi kepadatan Puncak Arus Mudik itu, seperti yang diketahui sebelumnya bahwa pemerintah bersama stakeholders terkait ini telah mempersiapkan skenario rekayasa lalu lintas, di antaranya adalah one-way nasional pada perkiraan Puncak Arus Balik itu pada tanggal 24 Maret 2026 mendatang, yaitu one-way nasional dari kilometer 414 Sumarang hingga kilometer 70 Jakarta.
Dan apabila kita berkaca dari one-way nasional Arus Mudik kemarin, bahwa berlangsung selama dua hari kurang lebih dari tanggal 18 dan resmi ditutup pada tanggal 20 Maret 2026 ketika volume kendaraan sudah dinyatakan landing. Maka durasi dari one-way Arus Balik ini, dari durasi juga akan diberlakukan dengan menganalisa volume kendaraan secara situasional. Dan yang tidak kalah penting ya, Pemirsa, yang patut Anda update secara berkala yaitu adalah one-way lokal yang rencananya juga akan diberlakukan secara situasional dan dinamis pada hari ini.
Dan one-way lokal ini bisa diantisipasi pola-pola yang berulang dari kilometer mungkin 263 atau Aratol, Pejagan Kanci, Jakarta juga tidak menutup kemungkinan apabila kepadatan terjadi di wilayah Sumarang. Maka one-way lokal juga berpotensi untuk dibuka bahkan dari kilometer 414 hingga 263. Dan pastikan Anda terus mengupdate Pemirsa informasi pemberlakuan one-way dari program pemberitaan kami sepanjang hari ini.
Berkaitan dengan rekayasa lalu lintas ini, Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho mengatakan bahwa ini untuk yang tanggal 24 Maret, bahwa pasti akan kami lakukan one-way nasional pada arus balik yang rencananya sesuai dengan arahan daripada stakeholders terkait. Utamanya adalah untuk mengantisipasi terjadi kepadatan dan flag off itu akan dilakukan pada tanggal 24.
Tips arus balik lebaran
Yang pertama, maksimalkan WFA. Dan yang kedua adalah untuk memaksimalkan perjalanan berkaitan dengan maksimal diskon tarif tol jasa market 30% yang Anda bisa nikmati pada 26 Maret hingga 27 Maret atau lebih tepatnya 26 Maret pada pukul 00 waktu Indonesia bagian Barat dan 27 Maret pada pukul 24 waktu Indonesia bagian Barat. Karena apabila kita melakukan perhitungannya ya, ini diskonnya sangat maksimal.
Maka hal-hal yang berkaitan dengan perjalanan di atas tanggal 24 namun sebelum tanggal 28, 29, mungkin bagi Anda yang bekerja di sektor formal bisa memanfaatkan cuti atau misalkan Anda yang bekerja di sektor non-formal bisa lebih leluasa dalam waktu perjalanan Anda. Dan berkaitan dengan diskon tarif tol ini, pastikan juga Anda ketika nantinya memasuki gardu tol, memiliki saldo elektronik tol atau kartu e-tol yang memenuhi. Ini adalah rute-rute yang akan nantinya menikmati diskon insentif yang diberikan oleh pemerintah, terutama tol jasa marga.
Yang pertama adalah tol trans Jawa dan Bandung mulai dari gerbang tol Kalikangkung sampai ke Cikampek Utama, gerbang tol Cisumdau Utama hingga Kaliurip Utama, gerbang tol Cisumdau Utama hingga ke gerbang tol Sadang. Tidak hanya di trans Jawa dan juga Bandung, tetapi juga di tol trans Sumatra. Gerbang tol Sinaksak dan juga atau Simpangpane ke gerbang tol Pangkalan, Berandan, gerbang tol Gisaran dan juga gerbang tol Pangkalan, Berandan.