MER-C Identifikasi Kebutuhan Mendesak RS Jabal Amel Usai Serangan Israel

24 June 2026 22:43

Tim Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) meninjau langsung kondisi Rumah Sakit Jabal Amel di Kota Tyre, Lebanon Selatan, yang mengalami kerusakan parah akibat serangan Israel. Dalam kunjungan tersebut, tim mengidentifikasi sejumlah kebutuhan mendesak yang diperlukan untuk mendukung operasional rumah sakit dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat setempat.

Kunjungan dilakukan pada Sabtu, 6 Juni 2026. Tim MER-C menemukan berbagai fasilitas vital rumah sakit mengalami kerusakan berat, termasuk laboratorium medis, ruang perawatan intensif (ICU), serta area parkir. Puing-puing bangunan masih berserakan di sejumlah lokasi dan beberapa bagian langit-langit gedung dilaporkan jebol akibat serangan.

Relawan MER-C Indonesia, dr. Tonggo Meaty, mengatakan serangan tersebut secara langsung menghantam sejumlah fasilitas penting rumah sakit, termasuk ruang ICU yang digunakan untuk merawat pasien dalam kondisi kritis. Serangan itu juga menyebabkan korban jiwa dan luka-luka, termasuk di kalangan pasien maupun tenaga medis.


"Kita bisa lihat itu ada tempat ICU yang benar-benar langsung diserang oleh pihak penjajah dan ini adalah tempat parkir dan serangan ini menimbulkan banyak sekali kerusakan dan kemudian menimbulkan korban. Ada sekitar ratusan yang syahid dan kemudian pasien pun dari rumah sakit ini juga banyak yang terkena serangan dan kemudian menimbulkan sakit yang sangat parah dan juga ada beberapa dari pihak medis juga menjadi korban di dalam serangan ini," ujarnya dalam tayangan Primetime News Metro TV, Rabu 24 Juni 2026. 

Menurutnya, salah satu kerusakan yang paling berdampak terhadap operasional rumah sakit adalah hancurnya instalasi panel surya yang sebelumnya digunakan sebagai sumber pasokan listrik. Akibatnya, rumah sakit kini harus mengandalkan generator berbahan bakar diesel untuk memenuhi kebutuhan energi sehari-hari.

“Kita bisa lihat kerusakannya luar biasa,” ucap dr. Tonggo.

Berdasarkan data yang disampaikan MER-C, sejak 2 Maret 2026 serangan Israel di Lebanon telah menyebabkan lebih dari 4.000 warga meninggal dunia, termasuk ratusan tenaga medis. Selain itu, lebih dari 11.000 orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat konflik yang terus berlangsung.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X