30 Guru Perempuan Ikuti Program 'Guru Berdaya, Guru Bahagia'

15 April 2026 06:02

Memperingati momentum Hari Kartini, Vanaya Institute dan Coachnesia menggelar program "Guru Berdaya, Guru Bahagia" untuk mendukung kesehatan mental dan profesionalisme tenaga pendidik. Sebanyak 30 guru perempuan terpilih dari wilayah Jabodetabek hingga Jawa Timur berkesempatan mengikuti sesi coaching profesional guna menghadapi tantangan dunia pendidikan yang kian kompleks.

Program ini dilatarbelakangi oleh tingginya tekanan yang dialami guru perempuan saat ini. Selain tanggung jawab mengajar, mereka sering kali terbebani oleh urusan administrasi, ekspektasi tinggi dari orang tua murid, hingga masalah personal yang berdampak pada performa di kelas.

Coachnesia menghadirkan pendekatan coaching yang berfokus pada perubahan dari dalam diri. Dalam proses ini, para coach profesional bertindak sebagai fasilitator untuk membantu para guru menemukan kembali kekuatan diri, membangun kesadaran, serta menentukan langkah konkret untuk pengembangan pribadi dan profesional.

"Esensi dari coaching adalah perubahan dari dalam. Para coach adalah katalis yang memfasilitasi guru untuk bertransformasi hingga mencapai apa yang diinginkan. Guru yang berdaya dan bahagia akan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih positif," ujar President and Founder Vanaya & Companies, Lyra Puspa.
 

Baca juga:
Pengembangan Ekonomi Biru dan Pelestarian Laut Berjalan Beriringan

Fokus pada Guru Jenjang SD dan SMP

Ketua Penyelenggara, Banto Twiseno, menjelaskan bahwa dari total 60 pendaftar, pihak panitia menyeleksi 30 guru yang mayoritas mengajar di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pemilihan jenjang ini dilakukan karena para guru tersebut setiap hari menghadapi siswa yang sedang berada dalam masa transisi dari anak-anak menuju remaja.

"Tantangan guru belakangan ini sangat besar. Kami merasa coaching ini akan memberikan ruang bagi mereka untuk menata kembali apa yang bisa mereka lakukan. Harapan kami, saat kembali ke sekolah, mereka dapat membawa manfaat nyata," kata Banto Twiseno.

Selain bimbingan teknis, kegiatan ini menghadirkan sesi bincang-bincang bertema "The Flourishing Teacher" bersama psikolog Ummi Kulsum Irawan. Para peserta juga mendapatkan layanan eksklusif berupa sesi one-on-one coaching dari para coach profesional secara atau gratis.

Melalui program ini, para guru diharapkan mendapatkan motivasi baru serta keterampilan komunikasi yang lebih baik. Pendidik yang bahagia dinilai menjadi kunci utama dalam mendorong tumbuhnya generasi masa depan yang lebih tangguh, inspiratif, dan memiliki daya tahan mental yang kuat.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)