Cegah Karhutla Makin Meluas, Pemprov Riau Bangun Sumur Bor

27 August 2026 16:19

Pemerintah Provinsi Riau bersama TNI mulai membangun sumur bor di sejumlah wilayah rawan kebakaran untuk memadamkan api akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pembangunan sumur bor tersebut merupakan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk menyiapkan sumber air, agar bisa segera memadamkan titik api.

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Agus Hadi Waluyo, menyampaikan bahwa pengeboran sumur boleh sudah mulai dilakukan di sejumlah lokasi yang rawan mengalami krisis air. Di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, misalnya. Mereka membangun sebanyak empat sumur bor.  Sementara di wilayah Pelalawan, sumur bor masih dalam tahap pengerjaan. 

"Bor-bor yang dikirim dari pusat kita sudah mulai lakukan pengeboran di beberapa titik, Khususnya di wilayah-wilayah yang rawan atau krisis air. Kita patenkan, sudah kita lakukan geolistrik untuk melihat potensi-potensi air. Di beberapa titik sekarang sudah terpasang hampir 10 titik. Di wilayah Rimbo Panjang ada empat titik. Kemudian besok nanti di wilayah Kerumutan akan kita pasang lagi beberapa titik sebagai sumber air yang bisa memberikan cadangan air untuk pemadaman," ujar Agus, dalam program Breaking News Metro TV, Kamis, 27 Agustus 2026.

Disamping pembangunan sumur bor, beberapa upaya lain terus dilakukan untuk memadamkan karhutla. Salah satunya adalah penyemaian garam (NaCI) atau Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Metode ini mulai membuahkan hasil positif dengan turunnya hujan di sejumlah wilayah di Riau. 

"Hasilnya langsung merata dengan jumlah air yang diturunkan cukup banyak dibandingkan pemadaman manual atau water bombing. Namun, operasi ini sangat bergantung pada keberadaan awan yang berpotensi hujan," kata Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Roesmin Nurjadin Riau, Marsma TNI Abdul Haris.

Menurutnya, selama hampir dua pekan terakhir, Riau minim awan potensial hujan sehingga operasi sempat terkendala. Namun, seiring dengan munculnya awan potensial dalam beberapa hari terakhir, OMC kembali dioptimalkan.

"Mulai Februari sampai dengan Agustus ini, kami sudah me-dropping sejumlah 29 ton garam yang disebar menyesuaikan dengan kondisi awan," ujarnya.

(Lutfia Azzahra)

(Gervin Nathaniel Purba)


Close Ads X
Close Ads X