Erupsi Gunung Sinabung di Sumatra Utara (Sumut) menyebabkan puluhan penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Kualanamu terpaksa dibatalkan. Dampak pembatalan ini menyebabkan penumpukan penumpang di bandara tersebut.
Dikutip dari tayangan Headline News Metro TV, Selasa, 1 September 2026, hingga sore hari waktu setempat, masih terjadi penumpukan di sejumlah konter check-in, di Bandara Internasional Kualanamu. Pihak maskapai menyatakan sebanyak 51 penerbangan ikut terdampak, yaitu 45 penerbangan dibatalkan dan sekitar enam penerbangan reschedule.
Akibat penerbangan yang terdampak, sejumlah maskapai telah memberikan kompensasi, seperti pemberian snack dan air minum bagi penumpang.
Pihak Angkasa Pura Aviasi sendiri telah memastikan rata-rata operasional maskapai telah dibatalkan. Hanya enam maskapai yang melakukan
reschedule. Sementara yang lain dibatalkan akibat terdampak erupsi Gunung Sinabung.
Sebelumnya, Gunung Sinabung
kembali mengalami erupsi pada Senin, 31 Agustus 2026 pagi, dengan melontarkan kolom abu vulkanik setinggi 3.500 meter ke udara.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung, Panca Prayoga, menyatakan bahwa peningkatan aktivitas mulai terekam sejak pukul 10.17 WIB. Semburan abu terpantau tebal dan bergerak condong ke arah timur dan tenggara.
Menyusul peningkatan aktivitas tersebut, pihak berwenang kini menetapkan status Gunung Sinabung pada Level 3 (Siaga). Pemerintah juga menetapkan zona merah atau larangan masuk dalam radius 3 kilometer dari puncak gunung, serta perluasan hingga 6 kilometer untuk sektor selatan-tenggara.
(Lutfia Azzahra)