Benda Mirip Speedboat di Anak Krakatau, Basarnas: Bukan Aruphadatu 1

Metro TV • 16 September 2026 17:34

Pandeglang: Beredar video drone yang memperlihatkan benda menyerupai speedboat dalam kondisi terbalik di perairan Selat Sunda, tepatnya di sekitar Gunung Anak Krakatau. Namun, Basarnas memastikan objek tersebut bukan bagian dari KM Aruphadatu 1 yang hingga kini masih dalam pencarian.

Kepala Kantor Basarnas Banten Al Amrad mengatakan, tim SAR gabungan telah menelusuri lokasi yang terlihat dalam video tersebut. Setelah dilakukan penyisiran, tim tidak menemukan objek yang menyerupai benda dalam rekaman drone.

Tim SAR terlebih dahulu melakukan plotting berdasarkan titik koordinat yang diperoleh dari KN SAR Tetuka. Lokasi tersebut berada dalam radius sekitar empat kilometer di antara Pulau Rakata dan Pulau Sertung.

 

Setelah titik lokasi dipastikan, tim menurunkan RIB dan menerbangkan drone untuk mengecek kondisi di sekitar area tersebut. Namun, objek yang terlihat dalam video tidak ditemukan.

“Setelah kami plotting mendapatkan titik koordinat dari rekan-rekan KN SAR Tetuka itu berada di radius 4 kilometer masuk di Pulau Rakata dan Pulau Sertung,” kata Al Amrad di Pandeglang, Rabu, 16 September 2026.

Menurut Al Amrad, tim juga telah berkoordinasi dengan pemilik kapal untuk memastikan ciri-ciri KM Aruphadatu 1. Salah satunya dengan mencocokkan warna lambung dan bagian dek kapal.

Namun, ciri-ciri tersebut tidak terlihat pada objek yang terekam dalam video. Hasil pengecekan di lokasi juga tidak menemukan benda yang dimaksud.

“Itu tidak tampak sama sekali di sekitar video yang kita dapatkan,” ujar Al Amrad.

Video tersebut diketahui direkam YouTuber Andrea Ramadhan pada 13 September 2026 dan kemudian beredar luas di media sosial. Dalam rekaman, terlihat objek menyerupai kapal dalam posisi terbalik di perairan dekat Gunung Anak Krakatau.

Basarnas memastikan objek dalam video tersebut bukan KM Aruphadatu 1 setelah dilakukan verifikasi dan pengecekan langsung di lokasi. Hingga kini, operasi pencarian kapal beserta delapan penumpangnya masih terus dilakukan.

Tim SAR gabungan melanjutkan penyisiran di sejumlah wilayah perairan Selat Sunda yang diperkirakan menjadi lokasi keberadaan KM Aruphadatu 1.

(Zein Zahiratul Fauziyyah)


Close Ads X
Close Ads X