Cari 5 Jurnalis Hilang, Basarnas Bengkulu Sisir Pesisir Pulau Enggano

Anggota Basarnas Bengkulu saat melakukan penyisiran di pesisir Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, Rabu (16/9/2026). ANTARA/Anggi Mayasari

Cari 5 Jurnalis Hilang, Basarnas Bengkulu Sisir Pesisir Pulau Enggano

Lukman Diah Sari • 16 September 2026 16:56

Kota Bengkulu: Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bengkulu menyisir pesisir Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara. Langkah ini dilakukan untuk mencari kapal cepat beserta delapan penumpang yang dilaporkan hilang di perairan Selat Sunda, Pandeglang, Banten.

"Memang benar, saat ini kami melakukan penyisiran darat di kawasan pesisir Pulau Enggano. Pencarian ini menargetkan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau," kata Kepala Kantor Basarnas Bengkulu, Muslikun Sodik, di Kota Bengkulu, Rabu, 16 September 2026, melansir Antara.

Muslikun menyebutkan, tim Basarnas Bengkulu telah melakukan penyisiran darat dari Dermaga Malakoni hingga Banjarsari di Pulau Enggano. Pencarian lanjutan juga akan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) Basarnas yang diangkut dengan Kapal Pulo Tello dari Kota Bengkulu menuju Pulau Enggano.

Sementara itu, Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu telah mengirimkan sampel DNA jenazah tanpa identitas yang ditemukan di Pulau Enggano ke Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri.

"Terkait pencocokan DNA jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, sampelnya sudah dikirimkan ke Pusdokkes Mabes Polri untuk dicocokkan," sebut Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Imam Wijayanto.

Autopsi dan pencocokan DNA ini dilakukan guna memastikan apakah jenazah tersebut berkaitan dengan insiden hilangnya lima jurnalis dan tiga awak kapal.

"Untuk estimasi waktu selesainya, kita masih menunggu. Nanti setelah ada hasil akan kami sampaikan kembali," imbuhnya.

Tim SAR menyisir sejumlah wilayah perairan Selat Sunda untuk mencari rombongan jurnalis hilang. (Metro TV/ Seprinal Sri Putra)


Berdasarkan pemeriksaan awal penyidik, jenazah tersebut dipastikan bukan warga lokal maupun penduduk asli Pulau Enggano.

Di sisi lain, Muslikun Sodik menambahkan, jenazah tersebut telah dievakuasi menggunakan pesawat Susi Air yang lepas landas dari Bandara Enggano menuju Bandara Fatmawati Soekarno pada Senin, 14 September 2026, pukul 07.58 WIB.

Penerbangan jenazah didampingi oleh dua petugas kepolisian untuk keperluan autopsi, guna memastikan identitas dan penyebab pasti kematian korban.

Sebelumnya, pada Sabtu, 12 September 2026, Basarnas Bengkulu menerima laporan terkait penemuan mayat tanpa identitas di kawasan pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano, Bengkulu Utara.

(Lukman Diah Sari)