Petugas Basarnas KN SAR Antasena melakukan pengamatan saat operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Banten, Selasa (15/9/2026). ANTARA
Teka-Teki Mayat Pria di Enggano, Polisi Tunggu Tes DNA Terkait Rombongan Jurnalis Hilang
Lukman Diah Sari • 15 September 2026 20:47
Jakarta: Hasil pemeriksaan DNA dan identifikasi terhadap jenazah tanpa identitas yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, hingga saat ini masih didalami. Jenazah tersebut belum teridentifikasi sebagai bagian dari rombongan jurnalis dan kru kapal yang hilang di Selat Sunda, Banten, pada 7 September 2026.
"Sore tadi kami sudah terus berkoordinasi tentang hasil tersebut dengan rekan-rekan di Kantor SAR Bengkulu, hingga saat ini masih menunggu hasil," kata Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad, di Pandeglang, Banten, Selasa, 15 September 2026.
"Sama sebagaimana keterangan Kabid Humas kemarin, tidak teridentifikasi kawan kita yang sedang kita cari. Ciri-cirinya tidak ada, DNA-nya masih didalami," kata Ahmad.
Dia menambahkan bahwa penjelasan detail mengenai bukti fisik maupun properti pakaian yang melekat pada tubuh jenazah sepenuhnya akan disampaikan oleh tim medis DVI yang menangani autopsi.

Tim SAR berjibaku mencari rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Banten. Foto: Basarnas.
Adapun penyelarasan data DNA (Antemortem) keluarga korban dengan sampel jenazah (Postmortem) ini dinilai menjadi kunci utama untuk memastikan apakah jenazah tersebut merupakan bagian dari delapan penumpang kapal.
Sebanyak delapan orang yang dalam pencarian terdiri atas lima jurnalis, yakni M Bagus Khoirunnas (Kantor Berita ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhistiro (iNews), Firdaus (Anadolu), dan Donal (jurnalis lepas), sedangkan tiga lainnya, yakni Warta (kapten kapal), Surakman (ABK), serta Heriyanto (pemandu).
Sementara terkait jenazah pria tanpa identitas itu secara spesifik dilaporkan ditemukan di pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, pada Sabtu, 12 September 2026, oleh Kantor SAR Bengkulu dan warga setempat. Jenazah dibawa menggunakan pesawat terbang dari Enggano ke RS Bhayangkara Polda Bengkulu, Senin, 14 September 2026 guna menjalani proses autopsi dan identifikasi oleh Tim DVI Biddokkes Polda Bengkulu dan Pusdokkes Polri.