Gunung Anak Krakatau, dok: BNPB
Hari Ke-8 Pencarian Rombongan Jurnalis di Selat Sunda Masih Nihil
Lukman Diah Sari • 15 September 2026 19:39
Jakarta: Basarnas menyatakan operasi pencarian hari kedelapan terhadap kapal cepat yang membawa rombongan jurnalis di Selat Sunda masih nihil. Pada hari kedelapan pencarian, Selasa, 15 September 2026, tim SAR gabungan telah menerjunkan armada hingga jarak 500 meter dari Gunung Anak Krakatau (GAK).
"Tim SAR di lapangan sempat menurunkan sea rider dan menerbangkan drone dengan jarak kurang lebih 500 meter dari pesisir Gunung Anak Krakatau untuk menindaklanjuti informasi yang beredar. Namun, setelah di-cross check, hasilnya masih nihil," kata Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad dalam konferensi pers di Posko Utama SAR Gabungan, Pantai Carita, Pandeglang, Selasa petang, 15 September 2026.
Amrad menjelaskan secara merinci bahwa lokasi yang dijangkau tersebut berada di kawasan perairan timur laut Pulau Panaitan menuju pesisir Gunung Anak Krakatau atau masuk wilayah pencarian sektor C. Basarnas mengerahkan KN SAR Tetuka dan beberapa armada laut lainnya untuk memverifikasi laporan itu.

Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad (pertama kiri). ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo
Adapun lokasi tersebut dituju setelah sebelumnya, Posko Utama SAR menerima informasi melalui unggahan media sosial bahwa ada diduga objek kapal cepat Arupadhatu 1 yang hilang.
"Jadi teman-teman di lapangan bermain dengan waktu untuk memastikannya dengan informasi yang kami dapatkan dan setelah mereka melakukan cross check tentang informasi tersebut itu hasilnya nihil," jelas dia.
Hasil serupa juga dikonfirmasi tim SAR gabungan dari lima area sasaran penyisiran lainnya, termasuk wilayah perairan Pulau Enggano, Bengkulu dan Lampung.
"Penyisiran perairan dari setiap sektor lain yang berlangsung 9-10 jam. Juga nihil," kata dia menambahkan.
Sebanyak delapan orang yang dalam pencarian terdiri atas lima jurnalis, yakni M Bagus Khoirunnas (Kantor Berita ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhistiro (iNews), Firdaus (Anadolu), dan Donal (jurnalis lepas), sedangkan tiga lainnya, yakni Warta (kapten kapal), Surakman (ABK), serta Heriyanto (pemandu). Mereka dilaporkan hilang kontak, saat melaksanakan pelayaran untuk peliputan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau via Pandeglang, Banten, Senin, 7 September 2026, pukul 14.00 WIB.
Amrad memastikan bahwa demi keselamatan maka pergerakan tim SAR gabungan tetap dilakukan atas pemantauan ketat terhadap prakiraan cuaca dan gelombang laut dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), juga aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang berdasarkan rekomendasi berkala dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).