Bara Gambut Masih Menyala, Pembasahan Lahan Kalsel Terus Dikebut

23 September 2026 21:39

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus melanda wilayah Kalimantan Selatan, khususnya di kawasan Banjarbaru hingga Banjarmasin. Sulitnya memadamkan api di lahan gambut membuat tim pemadam gabungan harus terus berjibaku melakukan pembasahan demi mencegah munculnya titik api baru.

Jurnalis Metro TV, Enrich Samuel melaporkan, keseriusan penanganan karhutla ini ditinjau langsung oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto pada Rabu 23 September 2026.

Keduanya memantau proses pemadaman oleh pasukan darat di area gambut yang berdekatan dengan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Banjarbaru. Berdasarkan data terbaru, luas lahan yang terbakar di wilayah tersebut pada hari ini telah mencapai 46 hektare.
 



Proses penanganan di lapangan dihadapkan pada tantangan karakteristik lahan gambut. Meski tim dari BPBD Banjarbaru, pemadam kebakaran, dan satuan gabungan lainnya telah menyiramkan air dalam volume besar, upaya tersebut sering kali hanya membasahi bagian permukaan. Asap pekat masih terus mengepul dari bawah tanah, menandakan bara api masih menyala jauh di kedalaman gambut.

Dalam kondisi tersebut, embusan angin kencang dapat dengan mudah memantik kembali bara api yang tersembunyi di bawah permukaan, sehingga memicu kebakaran susulan di area yang sama.

Situasi kritis ini diperkirakan masih akan menjadi ancaman selama beberapa pekan ke depan. Menteri Kehutanan dan Kepala BNPB mengungkapkan bahwa berdasarkan prediksi cuaca, hujan baru akan mengguyur wilayah Kalimantan Selatan pada awal November mendatang.

Guna mengantisipasi meluasnya dampak bencana, operasi pembasahan lahan dan siaga darurat karhutla akan terus diintensifkan secara nonstop selama kurang lebih 50 hari ke depan, atau setidaknya hingga musim penghujan tiba kembali.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X