Jakarta: Insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 kembali menambah daftar kecelakaan panjang transportasi laut di Indonesia. Dalam beberapa bulan terakhir saja sejumlah insiden kapal terjadi di berbagai wilayah dengan penyebab yang beragam mulai dari faktor teknis, faktor cuaca ekstrim, sampai dugaan kelalaian operasional.
Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 yang berlayar dari Surabaya menuju Makassar pada saat berada di perairan Laut Jawa kemudian diduga ada api yang muncul dari area dek kendaraan dan dengan cepat membesar sampai memicu kondisi darurat di kapal.
Kronologi tragedi KM Mutiara Sentosa 2
Pertama kapal berlayar membawa penumpang dan kendaraan, tiba-tiba api terlihat muncul dari bagian dek kendaraan dan merambat dengan cepat sampai akhirnya nakhoda memerintahkan untuk meninggalkan kapal atau abandonship. Tim SAR dan juga kapal di sekitar sesegera mungkin melakukan evakuasi secepatnya, walaupun butuh waktu sekitar 1-2 jam untuk tiba di titik tersebut.
Penyebab dan dampak korban
Pada saat sudah dilakukan investigasi awal ternyata dugaan sementara adalah korsleting listrik.
Yang membuat publik juga semakin marah adalah karena ada dugaan kelebihan muatan yang menghambat penanganan awal dilakukan karena kebakaran ini kemudian soal situasi alam dan cuaca. Ada gelombang tinggi dan menyulitkan proses evakuasi sampai akhirnya menimbulkan korban jiwa dan juga memicu evakuasi ratusan penumpang selamat lainnya.
Saat ini sudah ada 234 penumpang selamat yang sudah dievakuasi oleh tim SAR Gabungan, namun ada 5 yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Rentetan kecelakaan kapal
Kecelakaan KMP Mutiara Sentosa bukan satu-satunya insiden yang terjadi sepanjang 2026. Dari Januari hingga Agustus, ada beberapa kecelakaan kapal yang terjadi di beberapa lokasi. Yang pertama bulan Januari terjadi kebakaran di perairan Labuan Bajo, Kemudian bulan Maret di Selat Makassar, Bulan Mei di Kepulauan Seribu, dan Juli terjadi dua kali di Teluk Tomini dan juga di perairan Selayar. Dan yang terbaru terjadi di Laut Jawa, di bagian utara Sumenep
Penyebab kecelakaan ini mulai dari soal cuaca ekstrem, kemudian soal human error. Publik menuntut evaluasi keselamatan pelayaran, perlu ada audit kelaikan dan perawatan kapal yang diperketat. Kemudian overcapacity atau kelebihan muatan harus dipastikan bisa dicegah. Penumpang harus sesuai dengan manifest yang ada. Karena kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 sampai saat ini manifest terus dipastikan oleh tim gabungan.
Dan yang terakhir adalah perlu ada peningkatan kepatuhan peringatan dini. Ini bicara soal cuaca ekstrem yang mungkin saja terjadi kapan saja pada saat pelayaran berlangsung.
Langkah preventif bagi penumpang
Langkah preventif yang harusnya disiapkan bagi para penumpang kapal untuk mencegah kejadian serupa tidak terulang lagi. Perlu ada peran aktif dari penumpang, pertama pastikan kalau nama Anda terdaftar dalam manifest resmi tiket. Kemudian kita harus mengenali di mana lokasi bisa mengambil atau mengakses life jacket atau biasa disebut dengan jaket pelampung.
Kemudian harus memperhatikan jalur evakuasi dan titik kumpul terdekat dari lokasi Anda pada saat berada di atas kapal. Jangan memaksakan diri naik ke kapal yang melebihi kapasitas atau overcapacity. Dan yang paling penting adalah penanganannya juga membutuhkan peran aktif para penumpang. Kalau seandainya melihat percikan api di atas kapal sesegera mungkin lapor ke pihak yang berwenang supaya kebakaran bisa dihindari.
Sumber: Redaksi Metro TV