Kunjungi Korban Kebakaran di Kemayoran, Rano Karno Tawarkan Warga Pindah ke Rusun

2 June 2026 22:33

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, meninjau lokasi kebakaran di Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat. Dalam kunjungannya, Rano Karno menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang menghanguskan ratusan bangunan milik warga.

Dikutip dari tayangan Top News, Metro TV, Wakil Gubernur DKI Jakarta mengingatkan masyarakat agar memperlihatkan ataupun memperhatikan instalasi listrik di lingkungan tempat tinggal. Berdasarkan survei, kebakaran yang terjadi di Jakarta hampir rata-rata disebabkan karena korsleting listrik. Penggunaan listrik yang berlebihan dalam satu stopkontak menjadi salah satu penyebab yang kerap memicu kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan posko pengungsian yang dilengkapi dengan layanan kesehatan, dapur umum, serta dukungan psikologis bagi warga yang terdampak, khususnya anak-anak.

Tidak hanya itu, Rano Karno juga menawarkan warga korban kebakaran Pasar Jiung, Kemayoran, Jakarta Pusat, untuk pindah ke rumah susun. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup warga.

"Tadi sambil lalu saya ngomong dengan beberapa warga, enggak mau coba di rumah susun? 'Aduh, Bang, kita lahir di sini, Bang. Bahkan yang namanya apa, ari-ari kita ditanam di sini'," ujar Rano Karno. 

"Saya bilang, 'Eh, saya lahir di Kemayoran, di Kebon Kosong. Ari-ari saya juga saya tanam di Kemayoran. Masa kita mesti sebujak-bujak tinggal di sini?'. Kita selalu berusaha untuk menyadarkan masyarakat bahwa bukan berarti tidak layak, tapi mungkin kalau tinggal di rumah susun jauh lebih layak," lanjutnya.

Sebagai informasi, kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di kawasan Jalan Haji Ung atau Pasar Jiung, Kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin malam kemarin. Sebanyak 26 unit mobil pemadam kebakaran dengan 87 personel diterjunkan untuk memadamkan kobaran api. Berdasarkan data sementara, kebakaran berdampak pada 304 bangunan dan 354 kepala keluarga dengan total 679 jiwa terdampak.

(Sofia Zakiah)