Polisi Periksa Lima Saksi Terkait Kebakaran di Kemayoran

Kebakaran hebat di kawasan Pasar Jiung, Kemayoran Gempol, Kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat. Foto: Dok. Istimewa.

Polisi Periksa Lima Saksi Terkait Kebakaran di Kemayoran

Fachri Audhia Hafiez • 2 June 2026 19:57

Jakarta: Penyidik Polres Metro Jakarta Pusat menyelidiki peristiwa kebakaran hebat yang menghanguskan ratusan rumah di permukiman padat penduduk, kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Hingga saat ini, pihak kepolisian telah memeriksa sedikitnya lima orang saksi guna mendalami penyebab pasti amukan si jago merah yang terjadi pada Senin malam, 1 Juni 2026.

"Sampai saat ini, sudah dilakukan pemeriksaan terhadap lima orang saksi," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold EP Hutagalung di Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 2 Juni 2026.
 


Reynold menjelaskan bahwa seluruh saksi yang dimintai keterangan saat ini berasal dari pihak luar atau bukan warga setempat yang menjadi korban langsung. Langkah ini diambil lantaran para warga terdampak yang rumahnya hangus terbakar masih dalam kondisi syok berat akibat musibah yang melanda permukiman di Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran tersebut.

Berdasarkan hasil berita acara pemeriksaan (BAP) sementara, polisi mengantongi informasi awal mengenai indikasi sumber api. Kendati demikian, Reynold menegaskan pihaknya tidak ingin berspekulasi dini dan masih harus melakukan uji forensik serta sinkronisasi data lapangan.

"Kami masih meminta keterangan saksi yang dari pihak luar, dengan alasan beberapa saksi lainnya yang menjadi potensi untuk kita mintai keterangan itu masih syok," ujar Reynold.


Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold E.P. Hutagalung, dalam tayangan Breaking News Metro TV.

Merujuk pada data resmi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Pusat, dampak materiil dan sosial akibat insiden ini sangat masif. Tercatat sebanyak 620 jiwa dari 330 kepala keluarga (KK) dipastikan kehilangan tempat tinggal setelah lebih dari 300 unit rumah semipermanen rata dengan tanah.

"Terdapat kurang lebih 620 jiwa yang kehilangan tempat tinggal," kata Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat, Syarifudin.

Syarifudin merinci, sebaran korban kebakaran paling banyak berada di wilayah RW 04, tepatnya dari RT 12 hingga RT 16, dengan total mencapai 500 jiwa. Sementara itu, untuk wilayah RW 05 yang mencakup kawasan RT 01 hingga RT 03 Kelurahan Kebon Kosong, tercatat sebanyak 120 jiwa ikut terdampak kekosongan tempat tinggal.

(Fachri Audhia Hafiez)