Lampung: Di bulan suci Ramadan, kampung kolang kaling di Bandar Lampung, Lampung harus kerja ekstra. Pasalnya, buah bertekstur kenyal dan kaya akan manfaat ini mulai banjir permintaan dari warga untuk diolah menjadi kudapan saat waktu berbuka puasa.
Warga Kelurahan Sukarame Dua, Kecamatan Teluk Betung Barat, Bandar Lampung, selama Ramadan harus ekstra keras memproduksi kolang kaling yang mengalami peningkatan permintaan.
Kolang kaling yang bersumber dari biji buah aren tersebut dalam prosesnya harus melalui perebusan lebih dari 3 jam, lalu masuk pelepasan kulit dan digeprek agar pilih hingga direndam semalaman agar bersih dan tekstur kenyal.
Pada Ramadan permintaan pasar akan kolang kaling meningkat hingga dua kali lipat dibanding hari biasa, dan dijual dengan harga mulai dari Rp13 ribu hingga Rp15 ribu per kilogram.
Teksturnya kenyal dan kaya manfaat kesehatan, seperti memperlancar pencernaan, serta mampu menghidrasi tubuh. Jadi wajar saja buah kolang kaling identik menjadi salah satu bahan olahan seperti kolak, es campur, hingga dijadikan manisan, sebagai jamuan untuk berbuka puasa di bulan Ramadan. (Metro TV/Andi Apriyadi)