Pendaki Terjebak Saat Gunung Dukono Erupsi, Ini Kronologinya-Kabar Daerah

Deny Irwanto • 12 May 2026 17:22

Halmahera Utara: Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, mengalami erupsi pada Jumat pagi, 8 Mei 2026 sekitar pukul 07.41 WIT. Letusan tersebut memuntahkan abu vulkanik hingga mencapai sekitar 10 kilometer dari bibir kawah.

Kolom abu vulkanik berwarna putih, kelabu hingga hitam pekat terlihat membumbung tinggi ke udara dan condong ke arah utara. Aktivitas erupsi juga disertai dentuman serta suara gemuruh dari kawasan gunung api aktif tersebut.
 

 

Puluhan Pendaki Berada di Kawasan Gunung

Saat erupsi terjadi, terdapat sekitar 20 pendaki yang masih berada di kawasan Gunung Dukono. Para pendaki terdiri dari warga lokal, pendaki asal Ternate, hingga wisatawan mancanegara asal Singapura.

Kondisi tersebut membuat proses evakuasi harus dilakukan secara cepat di tengah aktivitas vulkanik yang masih berlangsung. Tim SAR gabungan bersama BPBD, Basarnas, TNI/Polri dan relawan langsung diterjunkan untuk melakukan pencarian dan penyelamatan terhadap para pendaki.

Dari total pendaki yang berada di kawasan gunung, sebanyak 15 orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Beberapa di antaranya dilaporkan mengalami luka-luka akibat situasi darurat saat erupsi terjadi.

Sementara itu, tiga pendaki yang sebelumnya dinyatakan hilang akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi pencarian dan penyelamatan resmi ditutup.

Aktivitas Pendakian Jadi Sorotan

Peristiwa ini turut menjadi perhatian publik karena muncul dugaan adanya aktivitas pendakian meskipun kawasan Gunung Dukono sebelumnya telah ditutup akibat peningkatan aktivitas vulkanik.

Pemerintah saat ini masih melakukan penyelidikan terkait kronologi kejadian dan kemungkinan adanya kelalaian dalam aktivitas pendakian di kawasan gunung tersebut.
 

Pemerintah kembali mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar mematuhi aturan keselamatan serta tidak melakukan aktivitas pendakian di kawasan gunung api aktif ketika status vulkanik meningkat. Langkah tersebut dinilai penting untuk menghindari risiko jatuhnya korban saat terjadi erupsi mendadak.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.

(Muhammad Fauzan)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)