16 May 2026 20:41
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan Teheran tidak lagi mempercayai Amerika Serikat di tengah memanasnya kembali hubungan diplomatik kedua negara terkait program nuklir Iran.
“Kami tidak memiliki kepercayaan terhadap Amerika. Ini adalah fakta, dan inilah hambatan utama bagi setiap upaya diplomatik. Saya rasa kalian semua tahu bahwa kami memiliki banyak alasan untuk tidak mempercayai Amerika, sementara mereka tidak punya alasan untuk tidak mempercayai kami,” ujar Araghchi dalam tayangan Primetime News Metro TV, Sabtu 16 Mei 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan akan langsung menolak proposal damai Iran apabila masih memuat unsur pengembangan nuklir.
Menurut Araghchi, persoalan utama dalam hubungan Washington dan Teheran saat ini bukan hanya soal nuklir, tetapi juga krisis kepercayaan yang terus membayangi setiap upaya negosiasi kedua negara.
“Isu paling penting saat ini adalah soal kepercayaan. Kami sama sekali tidak bisa mempercayai Amerika. Segala sesuatunya harus didefinisikan dengan sangat jelas sebelum kami bisa mencapai sebuah kesepakatan,” lanjutnya.
Sebelumnya, Trump mengaku tidak akan melanjutkan membaca proposal Iran apabila terdapat sedikit saja celah terkait pengembangan nuklir.
“Saya sudah melihatnya, dan jika saya tidak suka kalimat pertamanya, saya langsung membuangnya begitu saja. Kalimat yang tidak bisa diterima. Karena mereka sepenuhnya setuju tidak ada nuklir, dan jika mereka memiliki nuklir jenis apa pun, saya tidak akan membaca sisa surat mereka,” kata Trump usai pertemuan bilateral dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di atas pesawat Air Force One.