15 January 2026 18:33
Bireueun: Sejumlah korban banjir bandang dan tanah longsor di Desa Balai Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh, diliputi kekhawatiran tidak mendapatkan bantuan hunian tetap (huntap) dari pemerintah.
Pasalnya, sebagian besar warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian tidak lagi memiliki rumah maupun lahan pribadi, setelah permukiman mereka rusak dan terseret arus banjir bandang pada akhir November lalu.
Kekhawatiran ini dipicu setelah mengetahui rencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah daerah mulai merealisasikan pembangunan sekitar 1.000 unit huntap tahap pertama. Namun, pembangunan tersebut diprioritaskan bagi warga yang telah memiliki lahan pribadi dan telah menyelesaikan proses administrasi.
Kondisi ini memicu keresahan di kalangan korban banjir bandang lainnya yang kehilangan seluruh aset. Termasuk tanah tempat tinggal. Mereka khawatir tidak masuk dalam skema penerima huntap, karena tidak memiliki lahan yang dapat dijadikan lokasi pembangunan rumah.