Gedung Rusak Terdampak Gempa NTT, Puskesmas Onekore Buka Pelayanan di Tenda Darurat

22 August 2026 13:27

Ende: Puskesmas Kelurahan Onekore, di Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami kerusakan usai diterjang gempa bumi bermagnitudo 7,7. Untuk memastikan warga tetap mendapatkan layanan kesehatan, pelayanan sementara dipindahkan ke tenda darurat.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut berperan dalam mendirikan tenda di depan kantor kelurahan Onekore. Meski dengan fasilitas terbatas, petugas kesehatan tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dikutip dari Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Sabtu, 22 Agustus 2026, pelayanan di tenda darurat dibuka hingga pukul 18.00. Tenda darurat tersebut dapat dimanfaatkan oleh seluruh warga tanpa dipungut biaya.

Pihak puskesmas memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan sambil menunggu penanganan terhadap bangunan puskesmas yang rusak akibat gempa.
 

 

Kawal pemulihan warga


Pemerintah memastikan penanganan terhadap warga terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak berhenti pada masa tanggap darurat. Penanganan akan terus dikawal hingga kehidupan masyarakat pulih seperti sebelum gempa terjadi.   

"Pemulihan kehidupan masyarakat akan terus dikawal, agar warga Pulau Palue dapat kembali beraktivitas dengan aman dan perlahan meninggalkan trauma akibat gempa," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dilansir Antara, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Masyarakat Desa Ladolaka, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, NTT diharapkan dapat menatap masa depan dengan lebih tenang, menyusul akses yang kini mulai terbuka dan dukungan yang terus mengalir. Berton menegaskan pemerintah bersama seluruh unsur terkait akan terus hadir, memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi, sekaligus mendampingi proses pemulihan hingga kehidupan warga kembali pulih.


Diketahui, Pulau Palue merupakan salah satu wilayah yang merasakan dampak gempa cukup kuat, karena lokasinya relatif dekat dengan pusat gempa yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Beberapa rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat yang beragam.

Di tengah pemulihan, sejumlah warga masih memilih mendirikan tenda secara mandiri di sekitar rumah sebagai tempat beristirahat sementara, karena masih diliputi rasa khawatir untuk kembali menempati rumah. Kekhawatiran tersebut tidak terlepas dari guncangan gempa susulan yang masih dirasakan masyarakat.

Kondisi psikologis warga itu menjadi perhatian pemerintah, terlebih setelah sebelumnya Desa Ladolaka sempat mengalami keterisolasian akibat akses utama tertutup material longsor yang dipicu oleh gempa. Namun, kondisi tersebut kini berangsur membaik.

(Gervin Nathaniel Purba)


Close Ads X
Close Ads X