Jubir Kemenlu Iran Sebut Serangan AS-Israel Upaya Nyata untuk Melenyapkan Iran

10 March 2026 22:11

Pemerintah Iran melalui Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Esmaeil Baqaei, melontarkan kecaman keras terkait serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel ke wilayah mereka. Dalam keterangan pers yang disampaikan pada Senin, 9 Maret 2026, Baqaei menegaskan bahwa agresi militer tersebut bukan sekadar operasi biasa, melainkan upaya sistematis untuk menghapus eksistensi negara Iran.

Baqaei mengungkapkan bahwa dampak dari serangan tersebut sangat memprihatinkan, terutama terkait jumlah korban jiwa dan luka-luka di pihak Iran. Ia menyoroti bahwa target serangan justru banyak mengenai warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, yang jumlahnya dianggap lebih besar dibandingkan personel militer atau pejabat tinggi
.
"Sangat jelas bahwa tujuannya adalah untuk menekan dan melenyapkan suatu negara serta identitasnya, yang InsyaAllah dengan keteguhan hati rakyat Iran, tidak akan pernah tercapai, Anda dapat yakin akan hal itu," ujar Esmaeil Baqaei.
 

Baca juga: Teheran Dibayangi Hujan Asam Beracun Usai Serangan Udara AS-Israel

Selain itu, Iran juga menuding adanya motif ekonomi di balik keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik ini. Baqaei merujuk pada pernyataan politisi AS, Lindsey Graham, yang secara terbuka menunjukkan ketertarikan terhadap penguasaan sumber daya minyak Iran.

"Dia (Lindsey Graham) dengan gembira mengatakan bahwa jika kita dapat merebut Iran juga bersama dengan minyak Venezuela, kita akan mengendalikan 31% sumber daya minyak dunia"

Hal ini memperkuat keyakinan pihak Iran bahwa niat agresi militer tersebut berkaitan erat dengan kontrol terhadap sumber daya energi di kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataan yang sama, Esmaeil Baqaei juga mengutip pernyataan Menteri Luar Negeri AS yang menyebut bahwa keterlibatan Amerika dalam perang ini dilakukan demi kepentingan Israel. Bagi Teheran, fakta-fakta ini menunjukkan bahwa niat Amerika Serikat dalam melakukan serangan militer sudah sangat jelas, baik bagi rakyat Iran maupun masyarakat internasional.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)