Ini Penyebab Amblesnya Jalan Lenteng Agung Jakarta Selatan

2 June 2026 08:07

Jakarta: Insiden amblesnya jalan utama di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan membuat jalan yang menghubungkan Kota Depok dan Jakarta tiba-tiba tidak bisa diakses. Apa yang sebenarnya terjadi? 


Kronologi kejadian 


Pada hari Rabu, 27 Mei 2026, berdasarkan hasil verifikasi tim Metro TV yang ada di lapangan, sebenarnya sudah nampak terjadi penurunan struktur tanah secara berkala dan juga ada rekahan permukaan aspal di jalur utama Lenteng Agung. Dari laporan awal yang dilaporkan oleh warga kepada dinas setempat, ada rekahan dan juga penurunan muka tanah serta aspal yang terjadi dan ini dipicu oleh saluran di bawah tanah akibat erosi secara berkala dan terus-menerus. Saat itu para pengendara yang melintas pun sudah mulai merasakan adanya gelombang tanah dan juga aspal yang tidak rata. Kemudian pada Kamis, 28 Mei, petugas Binamarga datang ke lokasi langsung untuk mengecek dan juga langsung melakukan penanganan awal untuk bisa mencegah kecelakaan dan demi keamanan serta kenyamanan para pengguna jalan. Kemudian di Kamis sore tim dari Dinas Sumberdaya Air Jakarta Selatan khususnya datang ke lokasi untuk memasang sejenis barrier dan juga traffic cone, karena retakan jalan dan juga turunnya muka aspal dan tanah semakin dalam untuk meminimalisir resiko kecelakaan bagi para pengguna jalan yang melintasi jalan.

Puncak kejadian ambles ini terjadi pada Kamis malam dimana badan jalan utama akhirnya ambles dengan dalam 3 meter dan lebih kurang lebar 4 meter hingga memakan 2 lajur jalan dan beberapa tiang aliran atas kabel dan juga pipa air di bawahnya juga rusak seketika. Ini berdampak langsung pada kemacetan total lalu lintas dari Kota Jakarta menuju Depok maupun sebaliknya.


Korban dan kerugian


Tidak ada korban meninggal dunia dalam insiden ini, namun dilaporkan sempat ada seorang pengendara sepeda motor yang mengalami luka ringan karena terprosok ke dalam lubang sedalam 3 meter. Meski motornya sempat terjebak akhirnya bisa dievakuasi oleh para petugas. Pemotor yang terperosok dalam lubang ini dilaporkan nekat melawan arus dan tidak menghiraukan teriakan dan juga peringatan oleh warga sekitar yang berjaga di jalanan tersebut. 

Sementara untuk kerugian material terjadi kerusakan parah tentu saja pada struktur jalanan dan juga pipa air besi  serta beberapa tiang penyangga kabel serta rusaknya beton saluran air bawah tanah, yang notabene adalah saluran air bawah tanah peninggalan zaman kolonial Belanda.

Penanganan pemerintah


Reaksi cepat yang dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini oleh Dinas Pperhubungan dan juga Polantas yang langsung melakukan rekayasa lalu lintas serta pengalihan arus untuk mencegah agar para pengendara tidak melewati jalanan ambles. Sementara itu dari Dinas Sumber Daya Air berfokus pada perbaikan infrastruktur permanen dengan menggunakan box culvert atau beton cetak berbentuk kotak yang digunakan sebagai jalur saluran air sebagai penganti crossing hong atau saluran air gorong-gorong peninggalan era kolonial Belanda, yang memang sudah rusak atau lapuk dimakan usia.

Pemprov Jakarta membentuk tim khusus untuk memberikan saluran air di bawah jalanan yang diduga menjadi penyebab utama dan Dinas Binamarga kemudian berfokus untuk melakukan proses penutupan jalan dan juga penguatan struktur tanah.


Tanggapan Dinas SDA Jagakarsa


Terkait dengan teka-teki penyebab utama amblesnya jalan utama Lenteng Agung ini akhirnya mulai sedikit terungkap. Seperti yang ditegaskan oleh Kasatpel Dinas Sumberdaya Air Kecamatan Jagakarsa Sartono. Ia menegekaskan bahwa investigasi awal menunjukkan adanya masalah serius pada struktur di bawah aspal jalan diduga kuat disebabkan oleh crossing hong atau saluran air beton di bawah jalan yang rusak parah akibat karat dan keropos termakan usia.

Kondisi inilah yang membuat tanah di atasnya terkikis secara berkala, hingga akhirnya runtuh total dan ambles. 

Dari pernyataan Sartono ini kita makin paham bahwa amblesnya jalan Lenteng Agung bukan semata-mata karena beban kedaraan yang lalu lelang di atasnya, melainkan adanya kegagalan struktur dari crossing hong di bawah jalan.

Sumber: Redaksi Metro TV

(Wijokongko)