Pemprov Sulsel Garap 3 Proyek Strategis Multi-Years Project, Ditargetkan Rampung 2027

21 July 2026 19:32

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) terus berupaya memperkokoh fondasi kesejahteraan masyarakatnya. Di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman, Pemprov Sulsel kini memacu percepatan sejumlah proyek strategis yang terangkum dalam skema Multi-Years Project (MYP) dengan total nilai investasi mencapai Rp3,7 triliun.

Program unggulan ini difokuskan pada tiga sektor utama yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat, konektivitas infrastruktur jalan, pembangunan jaringan irigasi, dan pembangunan rumah sakit regional. Proyek ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada 2027.

Jalan sebagai urat nadi ekonomi

Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menekankan bahwa perbaikan jalan menjadi prioritas tertinggi, karena berkaitan langsung dengan mobilitas pangan dan distribusi barang.

"Kami melihat masalah masyarakat selama ini adalah mobilitas. Harga pangan terkendala karena jalan rusak. Jalan adalah urat nadi distribusi barang dan jasa," ujarnya dalam tayangan Untuk Indonesia Metro TV, Selasa, 21 Juli 2026.

Salah satu fokus pengerjaan saat ini adalah ruas jalan Hertasning-Aroepala yang menggunakan material beton. Penggunaan beton dipilih untuk memastikan ketahanan jalan. Terlebih tingginya beban kendaraan logistik yang melintas.

Andi juga mewajibkan kontraktor nasional untuk bekerja sama dengan tenaga kerja lokal minimal 40 persen, guna memastikan perputaran ekonomi tetap berada di Sulsel.

Modernisasi irigasi untuk lumbung pangan nasional

Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, sektor pertanian menjadi perhatian serius dalam program ini. Pemprov Sulsel mengalokasikan anggaran sekitar Rp500 miliar untuk merehabilitasi jaringan irigasi seluas 54 ribu hektare di berbagai daerah. Termasuk di Kabupaten Pangkep.

Perbaikan ini bertujuan untuk menekan angka kebocoran air agar pasokan air sampai hingga ke hilir. Dengan irigasi yang memadai, Indeks Pertanaman (IP) diharapkan bisa meningkat hingga IP 300 (tiga kali tanam dalam setahun). Hal ini juga dipersiapkan sebagai strategi menghadapi fenomena iklim El Nino.

"Ketika kita sudah tambal daerah yang bolong dan bocor, kualitas debit air akan lebih menjanjikan. Kita harus tangani sekarang agar tidak kewalahan saat musim kemarau panjang," kata Andi.
 



Pemerataan layanan kesehatan melalui RS Regional

Di sektor kesehatan, strategi utama Pemprov Sulsel adalah mendekatkan yang jauh. Pembangunan rumah sakit regional di Luwu dan Gowa, kawasan Malino dilakukan agar layanan medis spesialis tidak lagi hanya terpusat di Makassar.

Uniknya, rumah sakit ini dirancang dengan bangunan tipe C namun dibekali dengan Alat Kesehatan tipe B. Untuk memastikan keberlangsungan layanan, Pemprov Sulsel memberikan fasilitas lengkap bagi tenaga medis, mulai dari perumahan hingga kendaraan dinas.

"Kami merancang bagaimana dalam waktu maksimal tiga jam, masyarakat sudah bisa menjangkau rumah sakit. Kami juga memberikan standar layanan minimum bagi dokter spesialis agar mereka nyaman bertugas di daerah dan tidak menumpuk di kota," ungkap Andi.

Meski target  pertama berakhir pada 2027, Gubernur Andi memberikan sinyal akan adanya kelanjutan program ini di masa depan. Rencana selanjutnya mencakup pembangunan sekolah-sekolah unggulan dengan standar internasional namun tetap berbasis nasional.

"Legasi yang ditinggalkan oleh pemimpin adalah karya yang nyata untuk masyarakat. Kami berharap pembangunan ini menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh seluruh warga Sulawesi Selatan," pungkasnya.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X