Nattasya Amani Vrazeti • 3 September 2026 17:27
Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih menunggu arahan terkait proyek tanggul laut raksasa (Giant Sea Wall) segmen Jakarta. Hal ini menyangkut kepastian dari pemerintah pusat terkait skema pengerjaan.
“Kami menunggu arahan dari pemerintah pusat, dan tentunya kami berharap mudah-mudahan segmen Jakarta ini bisa segera dimulai,” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota
DKI Jakarta, Kamis, 3 September 2026.
Pramono menegaskan bahwa pembangunan Giant Sea Wall merupakan langkah krusial dan solusi jangka panjang untuk mengatasi ancaman banjir rob. Sekaligus penurunan muka tanah (land subsidence) di wilayah pesisir Jakarta.
“Tapi memang kalau ingin menyelesaikan secara menyeluruh dan jangka panjang, maka Giant Sea Wall itu sangat diperlukan,” ucap dia.
Sembari menunggu instruksi resmi dari pemerintah pusat, Pramono menjamin penanganan ancaman banjir rob untuk jangka pendek masih dapat diatasi melalui pengoptimalan infrastruktur yang ada saat ini. Pembangunan tanggul pesisir yang telah berjalan terbukti relatif efektif meredam genangan air laut di kawasan utara Jakarta.
“Kalau di Jakarta sendiri, sebenarnya kita kan sudah membangun apa, tanggul-tanggul pesisir. Kalau di Jakarta sendiri sebenarnya relatif sudah tertangani. Dan kalau kemudian ada banjir rob dan sudah berulang kali, kita bisa mengatasi itu,” jelas Pramono.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya percepatan pembangunan Giant Sea Wall di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Jawa guna menahan laju kenaikan air laut yang kian mengikis daratan.
“Giant sea wall menjadi sabuk perlindungan bagi masyarakat utara Jawa,” kata Prabowo dalam Pidato Presiden dalam Rangka Penyampaian RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
Menurut Presiden, proyek Giant Sea Wall di Pantura tidak hanya berfungsi sebagai benteng perlindungan pesisir, tetapi juga akan difungsikan sebagai penyedia infrastruktur air bersih, jalur pertumbuhan ekonomi baru. Sekaligus menjadi pembuktian rekayasa teknologi anak bangsa.