Polisi Rilis Sketsa Wajah Terduga Pelaku Pengeroyokan di Pejompongan

3 September 2026 15:58

Kepolisian resmi merilis dua sketsa wajah terduga pelaku pengeroyokan yang menewaskan seorang pedagang cermin, Bambang Setiawan. Peristiwa tragis tersebut terjadi di tengah kericuhan aksi unjuk rasa di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada 27 Agustus lalu.

Berdasarkan hasil keterangan saksi dan analisis digital, polisi mengidentifikasi pelaku sebagai laki-laki berusia antara 30 hingga 40 tahun.

Ciri-Ciri Pelaku


Dalam sketsa yang dirilis, terdapat dua profil wajah yang berbeda:
  • Sketsa Pertama: Menunjukkan pria dengan bentuk wajah oval, alis tipis, dan bibir tebal.
  • Sketsa Kedua: Menunjukkan pria dengan bentuk wajah kotak, memiliki kumis serta janggut, dan bibir bawah yang tampak tebal.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, menegaskan bahwa hingga saat ini penyidik masih terus memburu para pelaku. Polisi juga menduga bahwa oknum pelaku kerusuhan ini berbeda dengan kelompok pengunjuk rasa yang ada di lokasi pada hari yang sama.

"Kami belum menemukan adanya indikasi bahwa pelaku ini merupakan anggota komunitas tertentu. Keterangan ini kami peroleh dari saksi-saksi yang sudah dimintai keterangan," kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Kamis, 3 September 2026.

Iman juga mengimbau masyarakat dan pengguna media sosial untuk tidak berspekulasi atau membangun opini yang dapat membingungkan publik.
   

Dugaan Aksi Terorganisasi


Di sisi lain, mantan Kabareskrim Polri, Ito Sumardi, melihat adanya pola kerusuhan yang cukup terorganisasi dalam peristiwa tersebut. Ia menyoroti keterlibatan kelompok-kelompok tertentu yang menggunakan atribut khusus.

"Kita melihat ada kelompok yang menggunakan ikat kepala putih. Jika melihat kerusakan CCTV hingga tindakan anarkis yang dilakukan, kita bisa mengatakan bahwa ini adalah satu kelompok yang diorganisir untuk melakukan tindakan kekerasan," ucap Ito Sumardi.

Memburu Aktor Intelektual


Kematian Bambang Setiawan menjadi catatan hitam dalam aksi demokrasi di Indonesia. Korban yang merupakan pedagang kecil tak berdosa menjadi sasaran kemarahan massa yang diduga ditunggangi oleh kepentingan tertentu.

Pihak kepolisian menegaskan tantangan saat ini bukan hanya menangkap eksekutor pengeroyokan di lapangan, melainkan juga membongkar tuntas aktor intelektual di balik layar yang memicu kerusuhan tersebut.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X