Rugi Trading, Pembunuh Anak Politisi Nekat Merampok

6 January 2026 11:31

Pelaku pembunuhan keji terhadap bocah berusia 9 tahun berinisial MAHM, putra bungsu dari politikus PKS Maman Suherman, akhirnya berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian. Polisi memastikan bahwa motif ekonomi adalah latar belakang utama yang berada di balik aksi keji oleh pelaku berinisial HA.

Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Yoga Tama, menjelaskan bahwa pelaku, HA, beraksi di dua TKP yang berbeda. TKP pertama adalah lokasi pembunuhan dan percobaan pencurian di BBS, dan TKP kedua adalah lokasi pencurian perhiasan di Cibedus.

Niat awal yang dilakukan oleh pelaku adalah untuk mencuri, didorong oleh kebutuhan ekonomi setelah mengalami kerugian besar dalam model trading berjangka menggunakan leverage perpetual di crypto. Namun, terjadi konfrontasi saat ia berhadapan dengan korban MAHM.

Ketika terjadi perlawanan dari korban, pembunuhan pun terjadi, dan pelaku tetap menuju berangkas untuk mencari barang berharga. Jejak darah dari korban ditemukan di berangkas tersebut, memperkuat bukti kejahatan.

AKP Yoga Tama menegaskan bahwa kasus ini berawal dari niat mencuri yang sudah direncanakan. Perencanaan matang pelaku terfokus pada bagaimana menargetkan rumah-rumah mewah untuk dimasuki.

"Perlu kita tegaskan kembali bahwa niat awal yang dilakukan oleh si pelaku adalah untuk mencuri, tetapi ketika berkonfrontasi dengan korban anak 9 tahun tersebut terjadilah perlawanan, lalu dilakukanlah pembunuhan," ujar AKP Yoga Tama, dikutip dari Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Selasa, 6 Januari 2026.
 



Polisi berhasil mengamankan pelaku pada saat percobaan pencurian di TKP Cibedus yang kedua. Total, pelaku sudah melakukan dua kali aksi pencurian, dan yang ketiga kalinya berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.

Menanggapi mosi tidak percaya yang mengemuka di masyarakat atas identitas HA, polisi meyakinkan bahwa bukti pidana telah dibuktikan secara saintifik. Saat diamankan, polisi menemukan pisau di dalam tas pelaku, dan hasil cek lab Puslabfor membuktikan adanya jejak darah korban MAHM pada pisau tersebut meskipun TKP berbeda.

Polisi kembali menegaskan, niat awal pelaku di TKP pembunuhan adalah mencuri. Ketika niat tersebut gagal karena ketahuan, pelaku bisa melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.

(Aulia Rahmani Hanifa)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Diva Rabiah)