Trump Tak Akan Buru-Buru Akhiri Perang dengan Iran, 78% Target Militer Diklaim Lumpuh

24 April 2026 16:35

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan bahwa dirinya tidak ingin terburu-buru untuk mengakhiri perang karena menganggap situasi kepemimpinan di Iran saat ini sedang tidak stabil. Hal itu disampaikan Trump dalam keterangannya di Oval Office, Gedung Putih, pada Kamis waktu setempat, 23 April 2026.

Pernyataan ini sekaligus menjadi jawaban Trump atas kritik mengenai target waktu penyelesaian konflik selama 4 hingga 6 pekan yang sempat mencuat sebelumnya. Trump berdalih bahwa operasi militer utama sebenarnya telah berhasil diselesaikan dalam kurun waktu empat minggu pertama.

Menurut Trump, militer Amerika Serikat telah mencapai kemajuan signifikan dalam melumpuhkan kekuatan Iran. Ia mengklaim bahwa saat ini 78?ri target yang direncanakan telah berhasil dihancurkan, mencakup fasilitas manufaktur, produksi rudal, hingga produksi drone.
 

Baca juga:

Iran: Agresi AS-Israel Rusak Hampir 150 Situs Sejarah dan Budaya


"Saya melumpuhkan negara ini secara militer dalam empat minggu pertama. Sekarang yang kami lakukan hanyalah duduk santai dan melihat kesepakatan apa yang akan dibuat," ujar Trump.

Meski saat ini mengedepankan langkah diplomasi, Trump memberikan peringatan keras. Jika perundingan menemui jalan buntu atau Iran menolak kesepakatan, ia memastikan akan menggunakan opsi militer kembali untuk menyelesaikan sisa 25% target yang ada.

Di tengah upaya diplomasi yang diklaim sedang berlangsung, situasi di lapangan tetap memanas. Militer Amerika Serikat dilaporkan kembali menyita sebuah kapal tanker di Samudera Hindia. Kapal tersebut diduga kuat terlibat dalam praktik penyelundupan minyak milik Iran.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)