Sering Makan saat Stres? Kenali Tanda dan Bahaya Stress Eating-Tips Kesehatan

11 October 2026 14:51

Jakarta: Saat pekerjaan menumpuk atau masalah emosional datang, sebagian orang justru mencari makanan manis, berlemak, atau minuman tinggi gula untuk memperbaiki suasana hati. Kebiasaan makan ketika stres, meski sebenarnya tidak lapar, dikenal sebagai stress eating atau emotional eating.

Melansir Alodokter, stress eating merupakan kecenderungan makan saat mengalami stres atau emosi tertentu. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh respons tubuh terhadap stres maupun kebiasaan menjadikan makanan sebagai cara untuk meredakan perasaan tidak nyaman.
 

 

Mengenal Penyebab dan Dampak Stress Eating

  • Mekanisme Biologis dan Hormonal
Saat seseorang mengalami stres, tubuh melepaskan hormon kortisol. Peningkatan hormon ini dapat memengaruhi nafsu makan dan membuat seseorang lebih terdorong untuk mengonsumsi makanan tinggi kalori, gula, atau lemak. Bagi sebagian orang, makan juga menjadi cara untuk memperoleh rasa nyaman sementara.
  • Perbedaan Lapar Fisik dan Lapar Emosional
Lapar emosional biasanya muncul secara mendadak dan membuat seseorang menginginkan makanan tertentu. Dorongan ini juga bisa tetap muncul meskipun perut sebenarnya sudah kenyang.

Sementara itu, lapar fisik umumnya berkembang secara bertahap dan dapat dipenuhi dengan berbagai jenis makanan. Mengenali perbedaan keduanya dapat membantu seseorang memahami apakah keinginan makan muncul karena kebutuhan tubuh atau dorongan emosional.
  • Risiko Kesehatan Jangka Panjang
Jika terjadi berulang, stress eating dapat menyebabkan asupan kalori berlebihan dan membuat berat badan sulit dikendalikan. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko obesitas serta penyakit terkait, seperti diabetes dan hipertensi.

Selain itu, kebiasaan makan akibat stres dapat membentuk lingkaran yang sulit diputus. Seseorang mungkin merasa lebih nyaman setelah makan, tetapi kemudian merasa bersalah karena makan berlebihan. Perasaan tersebut dapat menambah tekanan emosional dan mendorong kebiasaan yang sama terulang kembali.
   

Langkah untuk Mengendalikan Stress Eating

Ada beberapa langkah yang bisa diterapkan untuk membantu mengendalikan stress eating, antara lain:

1. Menerapkan Mindful Eating

Berhenti sejenak sebelum makan dan kenali apakah rasa lapar yang muncul berasal dari kebutuhan fisik atau dorongan emosional. Makan secara perlahan juga dapat membantu mengenali sinyal kenyang.

2. Mengalihkan Dorongan Makan

Alihkan perhatian dari keinginan makan dengan melakukan aktivitas lain, seperti olahraga ringan, latihan pernapasan, meditasi, atau menjalani hobi yang disukai.

3. Mengatur Lingkungan

Batasi ketersediaan camilan tinggi gula dan lemak di area kerja atau tempat yang mudah dijangkau. Sebagai gantinya, sediakan pilihan makanan yang lebih bergizi.

4. Mengenali Pemicu Stres


Kenali situasi atau emosi yang sering memicu keinginan makan berlebihan. Jika sulit mengendalikan kebiasaan tersebut, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu menemukan cara penanganan yang sesuai.
 

Nah, makan saat stres sesekali tidak selalu berarti seseorang mengalami masalah. Namun, jika keinginan makan terus muncul sebagai respons terhadap kecemasan atau tekanan emosional, penting untuk mulai mengenali pemicunya dan mencari cara lain untuk mengelola stres agar kesehatan fisik dan mental tetap terjaga.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.

(Sofwa Najla Tsabita Sunanto)

(Zein Zahiratul Fauziyyah)


Close Ads X
Close Ads X