13 October 2026 17:28
Indonesia menyatakan kesiapannya untuk memaparkan berbagai capaian atas komitmen perbaikan iklim dan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-31 PBB. Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menjalankan target-target nasional tanpa mengorbankan kelestarian kawasan hutan.
Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, memaparkan bahwa salah satu keberhasilan signifikan yang diraih Indonesia adalah pencapaian swasembada pangan pada berbagai komoditas tanpa harus memperluas pembabatan hutan. Di samping itu, pemerintah juga terus membenahi regulasi dan payung hukum guna menjaga ekosistem hutan secara berkelanjutan.
Pasar Karbon yang Transparan dan Kredibel
Langkah strategis lainnya yang disiapkan pemerintah adalah penguatan tata kelola pasar karbon melalui perbaikan sistem registrasi unit karbon. Sebagai negara dengan potensi karbon yang besar, Indonesia berkomitmen menjalankan mekanisme pasar karbon yang transparan, terbuka, serta berbasis data yang tepercaya.
Hashim menegaskan bahwa sebagai ketua delegasi, ia siap menyampaikan pemenuhan janji-janji komitmen iklim Indonesia yang sebelumnya disampaikan pada forum internasional.
"Ya berbangga saya akan nanti jadi ketua delegasi dari negara yang memenuhi, semua janji yang telah dijanjikan kepada COP 30 di Belem, Brazil, dan juga di side meetings., antara lain bahwa Indonesia berkomitmen akan mewujudkan suatu pasar karbon yang transparan dan akan juga menjunjung tinggi nilai-nilai high integrity itu dengan cara terbuka dan jujur, yang bisa dengan data, bisa kredibel, dan bisa dipercaya," ujar Hashim Djojohadikusumo dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Selasa, 13 Oktober 2026.
Melalui kepastian hukum, penguatan data, dan komitmen pelestarian hutan, Indonesia optimistis dapat terus mengambil peran aktif dalam upaya penanggulangan perubahan iklim global.