Menjelajahi KRI Sriwijaya-100, Kapal Induk Pertama Indonesia

27 September 2026 10:00

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) mencetak sejarah baru dengan mendatangkan armada pertahanan mutakhir, KRI Sriwijaya-100. Kapal yang sebelumnya merupakan kapal induk milik Angkatan Laut Italia, Giuseppe Garibaldi, ini resmi menjadi kapal induk pertama yang dimiliki Indonesia.

Jurnalis Metro TV, Adi Prihadi, berkesempatan menjelajahi langsung interior dan fasilitas kapal bersejarah tersebut yang kini bersandar di Tanjung Priok, Jakarta Utara, usai menempuh perjalanan selama 24 hari dari Italia.

Bersama Padiv MB KRI Sriwijaya-100, Letda Laut (T) Muhammad Pramono Mukti, penelusuran interior dimulai dari lorong-lorong dek 6. Secara keseluruhan, kapal berdesain klasik dan kokoh ini memiliki 12 tingkat dek dengan fungsi yang sangat terperinci.

"Dek 1 itu tangki-tangki, dek 2 untuk alat pendukung pesawat, dek 3 dan 4 untuk ruang bintara, tamtama, dan perwira. Dek 5 adalah safety deck, lalu dek 7 ada flight deck yang mampu menampung helikopter serta pesawat dengan kemampuan Short Take-Off and Vertical Landing (STOVL) atau vertical launch," jelas Pramono dikutip dari Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Minggu 27 September 2026.
 


Mengingat banyaknya anak tangga yang curam, kapal militer ini juga dilengkapi dengan lift khusus berkapasitas maksimal empat orang. Lift ini difokuskan untuk memfasilitasi pergerakan tamu VIP atau pejabat guna meminimalisir risiko kecelakaan kerja di dalam kapal.

Mengingat kapal ini baru saja tiba, sejumlah infrastruktur interior masih dalam tahap penyesuaian. Marka dan petunjuk arah di sepanjang lorong masih menggunakan bahasa Italia, seperti Uscita (keluar), Al punto di raccolta (titik kumpul), dan Navigazione porto (navigasi pelabuhan). Seluruh penamaan ini akan segera diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan Inggris demi kelancaran operasional prajurit TNI.

Tur berlanjut ke area Admiral's Lounge, sebuah ruangan VIP berpendingin udara yang sangat nyaman. Ruangan ini difungsikan sebagai kapal markas bagi para pejabat tinggi negara atau petinggi militer untuk mengawasi secara langsung kegiatan taktis seperti sailing pass.

Di ruangan tersebut, Komandan KRI Sriwijaya-100 Kolonel Laut (P) Mochamad Fuad Hasan menegaskan bahwa kehadiran kapal ini membawa TNI AL masuk ke era baru operasi udara. Ini merupakan kali pertama angkatan bersenjata Indonesia memiliki kapal yang mampu memuat dan mengendalikan pesawat terbang untuk operasi udara langsung dari tengah laut.

Selain menjalankan fungsi asasi sebagai kapal induk militer yang siap tempur, KRI Sriwijaya-100 juga mengemban misi khusus sesuai arahan Presiden Republik Indonesia.

"Wilayah Indonesia ini sangat rentan terjadi bencana. Arahan dari pimpinan adalah kita harus senantiasa siap melaksanakan misi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Ini sejarah baru bagi bangsa Indonesia dan menjadi suatu kebanggaan," ujar Fuad. 

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X