5 June 2026 21:53
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut inflasi nasional masih berada dalam kondisi terkendali dan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah berbagai tantangan ekonomi global. Hingga Mei 2026, tingkat inflasi secara tahunan (year on year/YoY) tercatat sebesar 3,08 persen, masih berada dalam rentang sasaran pemerintah dan Bank Indonesia (BI) sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen.
"Inflasi masih relatif terkendali walaupun sekarang di 3,08 persen, agak naik sedikit dibanding bulan sebelumnya," kata Purbaya dalam tayangan Breaking News Metro TV, Jum'at 5 Juni 2026.
Hal ini ia sampaikan saat memaparkan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN KiTa) hingga Juni 2026. Dalam konferensi pers, Purbaya menjelaskan realisasi pendapatan negara, penyerapan belanja, serta perkembangan berbagai indikator fiskal nasional.
Purbaya menjelaskan kenaikan inflasi dipicu oleh faktor musiman, khususnya lonjakan harga komoditas pangan. Misalnya, cabai merah dan bawang merah akibat cuaca ekstrem. Namun, menurutnya, kenaikan tersebut bersifat sementara dan masih dalam batas yang wajar.
“Inflasi yang bagus itu bukan tinggi atau rendah. Kalau nol justru tidak bagus. Target kita antara 1,5 sampai 3,5 persen dan saat ini masih berada dalam rentang tersebut,” ujarnya.
Pemerintah juga memastikan stabilitas harga pangan terus dijaga melalui penguatan cadangan pangan nasional. Selain itu, sejumlah stimulus disiapkan untuk menopang konsumsi masyarakat, seperti diskon tiket pesawat selama masa libur sekolah, serta menjaga harga BBM bersubsidi tetap terjangkau.