Polres Bireun Gelar Layanan Kesehatan untuk Pengungsi

31 December 2025 15:23

Tim kedokteran dan kesehatan Polres Bireun menggelar pemeriksaan kesehatan dan bantuan obat-obatan kepada puluhan warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Bireun, Aceh. Sementara kepolisian juga memberikan pendampingan psikologis bagi anak-anak pengungsi, melalui kegiatan trauma healing. 

Pascabanjir bandang yang melanda Kabupaten Bireun, Aceh, sebagian keluhan kesehatan mulai dirasakan para pengungsi, seperti demam, batuk, sesak napas, hingga penyakit kulit. Menyikapi kondisi tersebut, tim kedokteran dan kesehatan Polres Bireun terus bergerak menyalurkan bantuan layanan kesehatan ke sejumlah pengungsian. 

Di Desa Kubu, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, tim Dokkes Polres Bireun menggelar pemeriksaan kesehatan, sekaligus membagikan obat-obatan bagi warga yang mulai terserang penyakit. 
 

Baca juga: Percepat Pembangunan Huntara, BNPB: Terapkan Kerja Sampai 18 Jam per Hari


Puluhan pengungsi tampak antusias mengikuti pemeriksaan, salah satunya Sulilawati yang menyatakan layanan ini sangat membantu warga di tengah bencana, serta berharap dilaksanakan secara rutin mengingat banyak pengungsi khususnya lansia, anak-anak, dan perempuan, yang membutuhkan obat dan perawatan berkelanjutan. 

“Banyak orang yang sakit, dari anak-anak, orang tua, ibu-ibu yang menyusui, kadang-kadang pilek, batuk. Alhamdulillah sekali dengan kedatangan orang medis dari Polri ini bisa berobat enggak harus keluar,” kata Susilawati.

Sementara itu, dokter Dokkes Polres Bireun, dr. Yenni Rachma menyatakan, cukup banyak warga di pengungsian yang mengalami gangguan kesehatan. Meski demikian, tim kesehatan berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat yang membutuhkan. 

“Setiap hari kami bergantian ke setiap desa, setiap posko pengungsi korban banjir untuk malaksanakan, memberikan pelayanan kesehatan bagi mereka.” ucap dr. Yenni Rachma. 

Tidak hanya fokus pada kesehatan fisik, kepolisian juga memberikan perhatian pada kondisi psikologis anak-anak pengungsi. Sejumlah polisi wanita menggelar kegiatan trauma healing dengan mengajak anak-anak bernyanyi, bermain, dan berinteraksi secara positif. Suasana ceria diharapkan mampu mengurangi trauma, serta membantu memulihkan semangat anak-anak di tengah situasi sulit yang mereka alami.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Nopita Dewi)