Warga Jogja Ikuti Tradisi Mubeng Beteng: Ritual Sunyi Tanpa Alas Kaki di Malam 1 Suro

17 June 2026 14:33

Ribuan orang tumpah ruah memadati area Keraton Yogyakarta untuk mengikuti tradisi Mubeng Beteng atau Lampah Budaya pada malam 1 Suro. Ritual tahunan ini menjadi simbol refleksi diri masyarakat Jawa dalam menyambut pergantian Tahun Baru Jawa.

Tradisi Mubeng Beteng merupakan ritual jalan kaki mengelilingi benteng Keraton Yogyakarta sejauh kurang lebih 5 kilometer. Keunikan utama dari tradisi ini adalah pelaksanaannya yang dilakukan tanpa menggunakan alas kaki dan tanpa berbicara.

Penyelenggaraan Mubeng Beteng dipimpin oleh para abdi dalem Keraton Yogyakarta. Lebih dari sekadar berjalan kaki, tradisi ini memiliki makna laku spiritual yakni mengajarkan untuk mawas diri sebelum memasuki Tahun Baru Jawa. Saat ini, Mubeng Beteng telah ditetapkan sebagai bagian dari warisan budaya tak benda dan diakui sebagai simbol sentral kebudayaan Jawa.
 

Baca juga: Kelompok Difabel Antusias Ikuti Tapa Bisu Mubeng Beteng Keraton Yogyakarta

Meski harus menempuh jarak yang cukup jauh di tengah malam, antusiasme warga tetap tinggi. Salah satu peserta, Viki mengungkapkan mengikuti tradisi suronan ini setidaknya sekali seumur hidup dianggap sebagai bentuk pelestarian tradisi Jawa.

"Persiapan khusus enggak ada, paling persiapan karena tengah malam jadi istirahat dulu saja tadi," ujar Viki yang dikutip Metro Siang pada Rabu, 17 Juni 2026.

(Anggie Meidyana)