Presiden Prabowo Prioritaskan Swasembada Pangan di Tengah Krisis Dunia

20 May 2026 16:29

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kedaulatan pangan menjadi prioritas utama bangsa Indonesia. Belajar dari COVID-19 dan perang Ukraina, pemerintah kini mencanangkan program swasembada pangan nasional sebagai prioritas. 

"Karena itu saya canangkan program utama saya adalah mengamankan pangan Indonesia. Kita harus swasembada pangan. Dan Alhamdulillah saya dibantu oleh tim pertanian saya yang luar biasa. Saya beri target empat tahun, mereka hasilkan swasembada dalam satu tahun," ujar Prabowo dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, Rabu 20 Mei 2026. 

Hal itu disampaikan Prabowo dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 dalam Rangka Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027, Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD-RI, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026. 
 


Prabowo menekankan pentingnya sinergitas antara dunia usaha dan pemerintah dalam membangun ekonomi nasional. Ia mengingatkan para buruh untuk memahami tantangan besar yang dihadapi pengusaha, sambil menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial, serta bantuan tarif pajak guna meringankan beban industri di tengah krisis dunia.
 
"Saya ingatkan buruh, jangan kau minta aja terus, ya kan. Pengusaha-pengusaha juga kerja keras, pusing juga mereka. Harus bayar kredit ke bank, ya. Tapi pemerintah ingin bekerja sama. Kita banyak memberi perlindungan sosial supaya beban pengusaha juga tidak terlalu berat. Dan kita terbuka, kalau ada pengusaha-pengusaha yang sulit lapor kepada kita," ucapnya. 

Lebih lanjut Ia meyakini, melalui persatuan antara sektor swasta, pemerintah, dan UMKM  mampu menciptakan kemakmuran yang luar biasa. Ketangguhan ini telah terbukti saat Indonesia tetap tenang menghadapi gejolak global yang memicu kepanikan di banyak negara.
 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)