Zulhas Sebut Negara Boros Rp1 Triliun/Bulan Buntut Kasus Jual Beli Titik SPPG

13 June 2026 02:10

Pemerintah akan melakukan evaluasi besar-besaran terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil setelah ditemukan adanya lonjakan jumlah titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang jauh melampaui kebutuhan awal.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), mengungkapkan adanya indikasi praktik jual beli titik SPPG di lapangan. Praktik ini ditengarai menjadi penyebab utama membengkaknya jumlah dapur MBG yang kini tercatat mencapai 27.877 titik, padahal rencana awalnya hanya ditetapkan sebanyak 21.000 titik.

Zulhas menjelaskan bahwa terdapat penambahan sebanyak 6.877 titik dapur di luar perencanaan yang telah disepakati sebelumnya. Lonjakan yang tidak terkendali ini menjadi perhatian serius pemerintah karena berpotensi membebani anggaran negara.
 

Baca juga: Kejagung Dorong Motor Listrik Proyek BGN Segera Didistribusikan

Setiap dapur atau unit SPPG diketahui mendapatkan dukungan operasional, yakni mencapai Rp6 juta per hari. Dengan adanya tambahan ribuan titik tersebut, pemerintah memperkirakan terjadi pengeluaran tambahan lebih dari Rp1 triliun setiap bulannya.

Jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa evaluasi, total pemborosan anggaran diperkirakan bisa menyentuh angka Rp12 triliun dalam satu tahun. 

(Anggie Meidyana)