Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, selama dua hari berturut-turut berdampak positif. Cuaca ini sangat membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus menipiskan kabut asap.
Guyuran hujan mempercepat pemadaman karhutla, khususnya di lahan gambut. Air hujan mampu meresap dan mematikan ratusan sumber bara api di bawah tanah yang sulit dijangkau oleh pemadaman manual.
Pascaguyuran hujan, titik api (hotspot) baru di Banjarmasin dilaporkan nihil. Padahal pekan lalu, tercatat empat kejadian kebakaran di wilayah Banjarmasin Selatan dan Utara.
Menipisnya kabut asap turut memperlancar mobilitas warga. Di ruas Jalan Trans Kalimantan menuju Banjarmasin, jarak pandang yang sebelumnya terbatas 400-500 meter kini membaik hingga 800-900 meter.
Kualitas udara yang sebelumnya masuk kategori tidak sehat juga berangsur membaik ke angka 188. Meski demikian, masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan tetap diimbau memakai masker guna mencegah gangguan pernapasan dari sisa polutan.
Ke depan, proses pemadaman alami diprediksi terus berlanjut. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan Kalimantan Selatan berpotensi kembali diguyur hujan sangat deras pada 27 Oktober 2026. Hujan lanjutan ini diharapkan menuntaskan sisa karhutla dan memulihkan kualitas udara secara menyeluruh.