24 October 2026 17:34
Jakarta: Tiongkok dan Uni Eropa mencapai kesepahaman untuk membatasi impor kendaraan hibrida ke pasar Uni Eropa. Kesepakatan ini bertujuan meredakan ketegangan perdagangan sekaligus merespons kekhawatiran atas meningkatnya ekspor otomotif Tiongkok.
Kesepakatan tersebut menetapkan kuota impor kendaraan hibrida sebanyak 350 ribu unit pada tahun pertama. Kebijakan ini berpotensi mulai berlaku pada 1 Desember 2026 dan dapat memberikan ruang bagi produsen mobil Eropa untuk menghadapi persaingan dari produsen Tiongkok.
Komisaris Perdagangan Uni Eropa Maros Sefcovic dan Menteri Perdagangan Tiongkok Wang Wentao mencapai kesepahaman yang mencakup 16 bidang. Pembahasan tersebut meliputi ekspor kendaraan hibrida, perdagangan dan investasi, kontrol ekspor, serta hak kekayaan intelektual.
Berdasarkan kesepakatan itu, kuota impor kendaraan hibrida akan meningkat sebesar 6 persen setiap tahun mulai tahun kedua. Pembatasan tersebut direncanakan berlaku selama empat tahun.
Kuota juga akan berlaku bagi kendaraan hibrida yang diimpor dari berbagai negara, bukan hanya Tiongkok. Ketentuan ini dimaksudkan untuk mematuhi prinsip nondiskriminasi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
Kesepahaman tersebut diharapkan dapat mencegah eskalasi ketegangan perdagangan antara dua kekuatan ekonomi itu. Bagi produsen Tiongkok, kebijakan kuota berpotensi mendorong penyesuaian strategi ekspor, sementara produsen Eropa mendapat ruang untuk menghadapi persaingan di pasar otomotif.