Kedubes Inggris Gandeng Unhas Kembangkan Ekonomi Hijau

22 October 2026 11:38

Komitmen Indonesia dan Inggris untuk menekan emisi karbon dan mewujudkan target net zero emission terus diperkuat melalui kerja sama di bidang riset dan inovasi. Salah satu wujud nyata kolaborasi strategis ini direalisasikan lewat pengembangan pengelolaan sampah organik terpadu di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Sulawesi Selatan.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, menegaskan pentingnya kolaborasi riset dan inovasi ini dalam mendukung transisi menuju ekonomi hijau dan rendah karbon.

"Kunjungan ini dapat memperdalam kerja sama dengan Sulawesi Selatan guna mendorong pertumbuhan hijau, inklusi digital, dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat," ungkap Dominic Jermey, dikutip dari Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Kamis 22 Oktober 2026.
 



Melalui program Low Carbon Development Initiative Innovation and Technology Fund (LCDI ITF), Fakultas Peternakan Unhas mengembangkan tata kelola limbah organik dengan memanfaatkan teknologi pengembangbiakan maggot yang diintegrasikan dengan budi daya ayam.

Inovasi ini dirancang agar mampu mengubah sampah organik dari sekadar limbah buangan menjadi sumber daya baru yang bernilai ekonomis. Pendekatan tersebut sekaligus mendorong penerapan prinsip ekonomi sirkuler dan menekan tingkat emisi dari praktik pengelolaan sampah konvensional.

Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa, memaparkan bahwa program ini memiliki dampak ganda yang menyentuh multisektor, tidak sebatas pada isu lingkungan hidup semata.

"Tema kehidupan low carbon itu bukan hanya karena ingin sadar perubahan iklim saja, tapi program low carbon development ini kemudian kita konversi menjadi sesuatu yang bermanfaat langsung. Bukan hanya berdampak baik kepada lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat pada ekonomi sosial masyarakat," jelas Jamaluddin.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X