Mengukur Efektivitas WFH dalam Menekan Penggunaan BBM

25 March 2026 17:08

Jakarta: Konflik yang terjadi di Timur Tengah membuat pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) tertekan. Pemerintan telah menyiapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi para pekerja sebagai strategi hemat energi di tengah kenaikan harga minyak dunia.

Presiden Prabowo Subianto meminta jajarannya untuk menyiapkan opsi kebijakan, termasuk penerapan WFH yang dinilai dapat mengurangi mobilitas dan konsumsi BBM. Langkah ini dipilih karena berkaca dari pengalaman selama pandemi yang menunjukkan bahwa sistem kerja jarak jauh tetap mampu menjaga produktivitas.

"Dulu kita atasi Covid berhasil dan kita mampu bekerja dari rumah, berarti kita menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar. Mengurangi hari kerja harus kita pertimbangkan," tutur Prabowo, dikutip dari Metro Siang, Metro TV, Rabu, 25 Maret 2026. 

Di sisi lain, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, skema WFH akan diterapkan setelah Lebaran, namun secara terbatas dengan skema hybrid antara kerja dari kantor dan dari rumah.

"Bahwa dengan tingginya harga minyak maka perlu efisiensi daripada waktu kerja di mana akan dibuka fleksibilitas untuk WFH, satu hari dalam 5 hari kerja. Teknisnya sedang akan disiapkan karena ini diharapkan tidak hanya (untuk) ASN, tetapi juga swasta dan pemda-pemda," ucap Airlangga.

Latar belakang rencana penerapan WFH untuk hemat BBM

Kebijakan ini diambil berangkat dari lonjakan harga minyak dunia yang memengaruhi beban subsidi negara yang berimbas pada terjadinya inflasi serta nilai rupiah yang tertekan.  
 

Baca Juga: Pemprov Jatim Terapkan WFH Setiap Rabu Mulai April

Selain itu, upaya penghematan konsumsi BBM juga dilakukan karena negara Indonesia cukup ketergantungan dengan impor. Diketahui produksi minyak domestik berada di kisaran 600 ribu/hari, sedangkan jumlah kebutuhan mencapai 1 juta barel/hari.

Dengan penerapan WFH, konsumsi diharapkan dapat ditekan sehingga ketergantungan energi ikut berkurang. Terlebih lagi, sekitar sepertiga konsumsi energi nasional berasal dari sektor transportasi, sehingga penurunan mobilitas akan berdampak langsung pada turunnya penggunaan energi.

Mekanisme penerapan WFH pasca Lebaran

Kebijakan WFH ini diperkirakan akan menyasar Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pekerja kantoran tertentu. Penerapannya direncanakan akan dilakukan satu hari dalam sepekan dengan fokus di wilayah Jabodetabek yang memiliki tingkat konsumsi BBM dan kemacetan paling tinggi. Namun, apabila terbukti efektif, kebijakan ini kemungkinan akan diperluas ke daerah lain.

Dampak penerapan WFH 

Penerapan WFH dinilai membawa sejumlah dampak positif, di antaranya sebagai berikut:
  • Penurunan konsumsi BBM nasional secara signifikan. 
  • Dalam jangka panjang, kebijakan ini berpotensi meningkatkan kualitas udara di kota-kota besar.
  • Mendorong percepatan digitalisasi menuju sistem kerja yang lebih efisien dan fleksibel.
Melalui skema ini, pemerintah memperkirakan konsumsi BBM nasional dapat ditekan hingga sekitar 20 persen. Meski begitu, keberhasilan kebijakan WFH sangat bergantung pada perilaku masyarakat, sehingga penurunan konsumsi BBM tidak langsung terjadi secara otomatis hanya karena kebijakan tersebut diterapkan.

(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gervin Nathaniel Purba)