Massa Pro Palestina di Paris Desak Israel Bebaskan Dokter Palestina Hussam Abu Safiya

2 August 2026 12:17

Paris: Ratusan pengunjuk rasa pro Palestina berbaris di pusat kota Paris, Prancis. Mereka menuntut pembebasan mantan direktur Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza, Dokter Hussam Abu Safiya, yang ditahan Israel sejak Desember 2024.

Para demonstran membawa bendera Palestina dan poster bertuliskan bebaskan Abu Safiya saat berjalan dari kawasan Etienne Marcel menuju Les Halles. Aksi yang diselenggarakan kelompok CAPJPO-EuroPalestine menyebutkan Abu Safiya ditahan tanpa dakwaan serta mengalami penurunan kondisi kesehatan selama dalam tahanan.

Di sisi lain, Dinas Penjara Israel membantah tuduhan penyiksaan dan menegaskan seluruh tahanan mendapatkan perlakuan serta layanan medis sesuai dengan hukum. 

Militer Israel menyatakan Abu Safiya diduga memiliki keterikatan atau keterkaitan juga dengan Hamas. Namun hingga kini belum mengajukan dakwaan resmi sementara pengacara dan organisasi kemanusiaan membantah tuduhan tersebut.
 



Menurut laporan TRT World, pasukan Israel menangkap Abu Safiya pada 27 Desember 2024 saat menggerebek Rumah Sakit Kamal Adwan. Sebelum penangkapan, militer Israel memerintahkan pasien dan tenaga medis mengosongkan rumah sakit sebelum fasilitas itu dihancurkan.

Setelah ditahan, otoritas Israel menempatkan Abu Safiya di bawah Undang-Undang Kombatan Tidak Sah. Pengacaranya, Nasser Odeh, kemudian mengajukan banding ke Mahkamah Agung Israel untuk menentang perpanjangan masa penahanan tersebut.

Odeh mengatakan kliennya ditemui dalam kondisi tangan dan kaki dibelenggu di bawah penjagaan ketat. Menurutnya, Abu Safiya mengalami kekurangan makanan dan air, minim perawatan medis, serta menderita nyeri punggung dan leher akibat dipukuli saat dipindahkan ke Penjara Negev.

Berdasarkan data yang dikutip dalam laporan, sekitar 9.500 warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak, saat ini ditahan di penjara Israel. Kelompok hak asasi manusia Palestina dan Israel menuduh para tahanan menghadapi kelaparan, penyiksaan, serta pengabaian layanan kesehatan yang disebut telah menyebabkan puluhan tahanan meninggal dunia.

(Gervin Nathaniel Purba)


Close Ads X
Close Ads X