Waspada Hantavirus! Bisa Serang Paru-Paru dan Ginjal-Tips Kesehatan

6 May 2026 11:06

Jakarta: Tiga penumpang kapal pesiar dilaporkan meninggal dunia setelah diduga terpapar virus langka hantavirus saat berlayar di Samudra Atlantik. Peristiwa ini terjadi di kapal pesiar kutub MV Hondius yang tengah melakukan perjalanan dari Argentina menuju Tanjung Verde.

Melansir World Health Organization, setidaknya satu kasus hantavirus telah dikonfirmasi. Sementara itu, satu pasien lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Afrika Selatan. Dua korban meninggal diketahui merupakan pasangan suami istri asal Belanda.

 


Mengenal Hantavirus

Mengutip The Guardian, hantavirus atau secara ilmiah dikenal sebagai Orthohantavirus merupakan kelompok virus yang umumnya ditemukan pada hewan pengerat seperti tikus dan mencit, namun dapat menular ke manusia.

Profesor Adam Taylor dari Universitas Lancaster menyebutkan bahwa terdapat sedikitnya 38 jenis hantavirus di dunia, dan 24 di antaranya dapat menyebabkan penyakit pada manusia.

Hantavirus bukanlah penyakit baru. Virus ini pertama kali diidentifikasi pada hewan pengerat jenis Apodemus agrarius di dekat Sungai Hantan, Korea Selatan, pada 1978.

Cara Penularan

Berdasarkan keterangan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, manusia dapat tertular hantavirus melalui udara yang mengandung partikel (aerosol) dari urin, kotoran, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi.

Penularan juga dapat terjadi melalui kontak langsung dengan luka atau gigitan hewan pengerat, meskipun kasusnya jarang. Hingga saat ini, belum ditemukan bukti penularan dari manusia ke manusia.

Jenis dan Dampak Infeksi

Infeksi hantavirus umumnya bermanifestasi dalam dua bentuk utama yang menyerang organ vital:

1. HFRS (Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome)

Jenis ini menyerang ginjal dan pembuluh darah. Gejala awal meliputi demam, sakit kepala, nyeri punggung, dan mual. Dalam kondisi berat, dapat menyebabkan tekanan darah rendah, syok, hingga gagal ginjal akut.

2. HPS (Hantavirus Pulmonary Syndrome)

Jenis ini menyerang sistem pernapasan dan jantung. Gejala awal berupa kelelahan, demam, dan nyeri otot. Dalam beberapa hari, kondisi dapat berkembang menjadi batuk parah dan sesak napas akibat penumpukan cairan di paru-paru, yang berpotensi fatal.

 

Sobat MTVN Lens, kemunculan kasus ini menjadi pengingat bahwa penyakit zoonosis, yakni penyakit yang menular dari hewan ke manusia, masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan global. Meski penularan antarmanusia sangat jarang terjadi, infeksi hantavirus memiliki tingkat kematian yang tinggi jika tidak ditangani secara cepat dan tepat.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Jessica Nur Faddilah)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)