Peneliti ITS Kembangkan Bensin Berbahan Sawit, Siap Diuji Nasional

12 April 2026 02:41

Tim peneliti dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil menciptakan terobosan baru dalam bidang energi terbarukan dengan mengembangkan bensin berbahan baku kelapa sawit. Inovasi yang dikembangkan di laboratorium Departemen Teknik Material dan Metalurgi ini diklaim lebih ramah lingkungan karena menghasilkan emisi yang rendah serta minim limbah dalam proses produksinya.

Tim menggunakan metode catalytic cracking untuk memecah molekul minyak sawit mentah menjadi bensin siap pakai dengan katalis bimetalik berbasis nikel oksida dan tembaga oksida. Hasilnya, rendemen biogasoline mencapai 83 persen dengan suhu operasi relatif rendah sekitar 380 derajat Celsius.

Dari setiap 10 kilogram sawit, dapat dihasilkan sekitar 5 liter bensin, sementara sisanya dimanfaatkan sebagai bahan bakar kompor sehingga hampir tanpa residu. Hosta Ardiananta menjelaskan bahwa proses ini sangat efisien karena sisa hasil pengolahan tidak dibuang menjadi sampah. 

"Dalam satu kali proses, kami bisa menghasilkan 50 sampai 55 persen bensin sawit, sementara 45 persen sisanya masih bisa digunakan sebagai bahan bakar kompor," ungkapnya. 
 

Baca juga: Energi Terbarukan POWR Melonjak 123% Sepanjang 2025

Meskipun pengujian pada mesin kendaraan masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk skala penggunaan jangka panjang, performa awal pada cakupan kecil menunjukkan hasil yang positif tanpa masalah berarti.

ITS menargetkan inovasi ini dapat diuji sebagai proyek nasional melalui koordinasi dengan Kementerian ESDM. Jika berhasil dikembangkan dalam skala industri, bensin sawit dinilai memiliki nilai tambah besar bagi komoditas sawit dalam negeri sekaligus mendukung energi alternatif ramah lingkungan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)