Satu Juta Warga Teken Petisi Desak Uni Eropa Sanksi Tegas Zionis Israel

16 April 2026 16:14

Komisi Eropa kini menghadapi tekanan diplomatik yang masif dari warga sipil dan anggota parlemennya sendiri. Desakan muncul untuk segera memutus perjanjian kerja sama dengan Zionis Israel menyusul petisi bertema 'Keadilan untuk Palestina' yang telah menembus lebih dari satu juta tanda tangan.

Langkah ini diambil sebagai bentuk protes atas dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dan kejahatan perang yang dilakukan oleh militer Israel di Jalur Gaza. Inisiatif sipil ini menandai desakan resmi pertama yang menuntut pemutusan hubungan dagang dan diplomasi antara Uni Eropa dan Tel Aviv.

Anggota Parlemen Eropa, Rima Hassan, menegaskan bahwa jutaan warga kini tengah menagih janji dan tanggung jawab para pemimpin Eropa. Menurutnya, langkah ini diperlukan untuk mengakhiri impunitas yang selama ini dinikmati oleh Israel.
 

Baca juga: Tembus Blokade Israel, Misi Kedua Global Sumud Flotilla Berlayar Menuju Gaza

Petisi tersebut secara spesifik menyoroti pelanggaran nyata terhadap klausul Hak Asasi Manusia. Klausul tersebut seharusnya menjadi pondasi mutlak dan syarat yang tidak bisa ditawar dalam setiap kerja sama yang dijalin antara Uni Eropa dan Israel.

Ketua Kelompok Kiri di Parlemen Eropa, Manon Aubry, menyatakan bahwa bola panas kini berada di tangan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen. Menurut anggota parlemen, mengabaikan suara dari 1,5 juta warga merupakan bentuk pengkhianatan terhadap prinsip-prinsip demokrasi Eropa.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)