Kompol Nurma Dewi Bagikan Kunci Seimbangkan Tugas Negara dan Keluarga

1 September 2026 15:50

Menjadi Polisi Wanita (Polwan) bukan sekadar menjalankan tugas sebagai abdi negara. Di balik seragam dan ketegasan saat bertugas, para Polwan dituntut mampu menjalankan peran ganda sebagai profesional di lapangan sekaligus pilar bagi keluarga di rumah.

Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, membagikan pengalamannya selama 28 tahun meniti karier di kepolisian. Menurutnya, profesionalitas seorang Polwan diuji dari kemampuannya membagi waktu secara adil antara tuntutan profesi dan kehadiran untuk orang-orang tercinta.

"Tugas wajib saya lakukan. Kemudian juga dari keluarga, wajib saya harus perhatikan. Saya punya suami, dan kemudian saya mempunyai tiga orang anak. Itu semua yang harus saya perhatikan. Kemudian setiap pagi, setiap pagi saya bangun kemudian saya harus siapkan sarapan dan lain-lain, itu berarti saya harus melakukan tugas sebagai istri kemudian seorang ibu rumah tangga," ujar Kompol Nurma Dewi dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Selasa, 1 Agustus 2026.

Setiap pagi, sebelum berangkat memimpin personelnya, Nurma tetap menjalankan kewajibannya sebagai istri dan ibu. Ia memulai hari dengan menyiapkan sarapan hingga membantu kebutuhan belajar anak-anaknya. Baginya, transisi mental dari rumah ke kantor adalah kunci utama.
 


"Jadi emosi itu memang saya betul-betul tempatkan. Jadi saya misalnya emosi saya sebagai ibu rumah tangga, saya tempatkan saya sebagai ibu rumah tangga. Jadi saya betul-betul di situ adalah istri, kemudian ibu dari anak-anak saya. Dan apa pun kerjanya saya, itu ya saya harus tahu, ya misalnya saya memasak, kemudian saya juga menyiapkan baju anak-anak, kemudian mengajari mereka belajar. Tapi di sisi lain jika saya sudah menjadi polisi, saya harus tahu tugas dan tanggung jawab saya sebagai polisi, yaitu Polwan, apalagi Polwan kan. Jadi semuanya harus berjalan sesuai dengan aturan yang ada," tambahnya.

Tantangan terbesar bagi anggota kepolisian adalah jam kerja yang tidak mengenal waktu. Kesiapan untuk bertugas bisa datang kapan saja, sementara di saat yang bersamaan, keluarga tetap membutuhkan perhatian dan dukungan.

Dinamika dua dunia inilah yang dinilai membentuk sosok Polwan menjadi pribadi yang tangguh. Keseimbangan antara menjalankan tugas negara dan menjaga kehangatan keluarga menjadi bukti bahwa dedikasi dan kasih sayang dapat berjalan beriringan tanpa harus mengorbankan salah satunya.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X