Jakarta: Perayaan Tahun Baru Imlek tidak hanya identik dengan kebersamaan keluarga dan hidangan khas, tetapi juga sarat dengan tradisi yang dipercaya membawa keberuntungan di tahun yang baru. Sejumlah pantangan masih dijaga oleh masyarakat Tionghoa karena diyakini berkaitan dengan energi positif, rezeki, dan keseimbangan hidup.
3 Larangan Imlek
Berikut tiga larangan yang kerap dihindari saat perayaan
Imlek:
1. Menyapu atau membuang sampah di hari pertama Imlek
Dalam kepercayaan tradisional, menyapu atau membuang sampah pada hari pertama
Imlek dianggap sebagai tindakan “menyapu pergi” keberuntungan yang baru datang. Karena itu, banyak keluarga memilih membersihkan rumah sebelum malam pergantian tahun agar hari pertama Imlek dapat dijalani tanpa kekhawatiran menghilangkan hoki.
2. Memotong rambut atau kuku
Memotong rambut atau kuku juga kerap tidak dianjurkan di awal tahun baru Imlek. Dalam beberapa dialek Tionghoa, kata yang berkaitan dengan rambut memiliki makna kemakmuran. Memotongnya dipercaya dapat menghambat aliran rezeki. Tak heran, banyak orang memilih merapikan diri sebelum Imlek sebagai simbol kesiapan menyambut awal yang baru.
3. Mengenakan pakaian berwarna hitam atau putih
Warna hitam dan putih sering diasosiasikan dengan suasana duka dalam budaya Tionghoa, sehingga kurang disarankan digunakan saat Imlek. Sebaliknya, warna merah dan warna cerah lebih dipilih karena melambangkan kebahagiaan, keberuntungan, dan energi positif.
Meski tidak semua orang menerapkan pantangan ini secara ketat, memahami maknanya dapat menjadi bentuk penghormatan terhadap budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Bagi banyak orang, Imlek bukan sekadar perayaan, melainkan momentum untuk memulai tahun dengan harapan baik, pikiran positif, dan semangat baru.
Jangan lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.
(Calista Vanis)