15 August 2024 14:52
Kasus Cut Intan Nabila mengemuka setelah ia mengunggah sendiri rekaman CCTV yang memperlihatkan dirinya yang sedang dipukuli sang suami. Dalam video tersebut terlihat Intan dalam keadaan menangis dipukuli beberapa kali hingga kesakitan.
Menurut pihak kepolisian, cekcok keduanya disebabkan karena pelaku ketahuan menonton film porno. Sehingga pelaku marah dan berujung pada tindakan penganiayaan.
Psikolog Klinis Veronica Adesla ikut angkat bicara soal kasus ini. Menurutnya, pendampingan psikologis bagi korban sangat diperlukan
"Biasanya memang ada psikolog klinis yang mendampingi, kemudian juga support dan dukungan dari keluarga itu tentu akan sangat dibutuhkan juga untuk kesehatan mental dan kemudian support secara emosional bagi korban," kata Veronica dalam tayangan Metro Siang, Metro TV, Kamis, 15 Agustus 2024.
Selain itu, luka-luka fisik yang dialami korban juga butuh pendampingan dari dokter. Apalagi, korban merupakan korban KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga).
"KDRT tidak bisa ditoleransi mau dari berbagai alasan pun itu tidak dapat ditoleransi karena kita bisa bilang bahwa itu adalah tindakan kekerasan yang dilakukan yang menandakan bahwa adanya ketidakmampuan yang bersangkutan dalam mengelola dan mengendalikan emosi, sehingga menyebabkan kekerasan, menyakiti, dan melukai orang lain," ungkap Veronica.
| Baca juga: Polri Berikan Trauma Healing untuk Cut Intan Nabila dan Anak |