Masih Suasana Liburan, Pedagang Seragam Prediksi Lonjakan Pembeli H-10 Masuk Sekolah

19 June 2026 19:54

Menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027 pada Juli mendatang, hiruk-pikuk persiapan sekolah mulai terasa di berbagai daerah. Di Surabaya, Jawa Timur, misalnya. Para orang tua mulai memburu perlengkapan sekolah putra-putri mereka.

Salah satu lokasi yang menjadi tujuan utama adalah Pasar Pucang Anom. Kebutuhan sekolah mulai kemeja putih, rok, celana, hingga atribut pelengkap seperti topi, dasi, sabuk, dan bet (lencana) sekolah menjadi barang yang paling banyak dicari.

Meski tahun ajaran baru sudah di depan mata, suasana pasar saat ini terpantau belum mencapai puncak keramaian karena sebagian besar siswa masih dalam masa libur sekolah usai pembagian rapor.

Salah satu pedagang, Nisa mengungkapkan bahwa puncak kunjungan pembeli biasanya baru akan terjadi pada H-10 hingga H-7 sebelum hari pertama masuk sekolah. 

"Seminggu mau masuk sekolah, biasanya sepuluh hari mau masuk sekolah kayak gitu udah mulai ramainya," ucapnya dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Jum'at 19 Juni 2026. 


Untuk menarik minat pembeli, toko-toko di kawasan ini menawarkan harga yang kompetitif. Satu set seragam sekolah dibanderol mulai dari Rp150 ribu hingga Rp200 ribu, tergantung pada ukuran dan jenis kemeja, baik lengan panjang maupun pendek. Tak hanya itu, para pedagang juga memberikan potongan harga atau diskon harian berkisar antara 10 hingga 25 persen.

Meskipun sistem belanja daring (online) melalui platform digital dan layanan ojek daring sudah tersedia, banyak orang tua yang tetap memilih untuk datang langsung ke toko.

Keuntungan utama belanja secara luring (offline) adalah pembeli dapat memastikan ukuran pakaian yang pas untuk anak. Selain itu, pihak toko juga memberikan fleksibilitas berupa layanan tukar ukuran selama nota pembelian dan cap toko masih tersedia.

"Kalau beli langsung kita bisa tukar. Pokoknya capnya sama notanya dibawa, jangan hilang. Itu kita bisa tukar. 10 hari yang lalu beli bisa tukar langsung," ucapnya. 

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)