11 June 2026 11:46
Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tidak selalu membawa dampak negatif bagi dunia usaha. Di sektor pariwisata dan industri kreatif, kondisi tersebut justru dinilai membuka peluang untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara serta memperkuat daya saing produk lokal di pasar internasional.
Di Bali, pelemahan rupiah membuat biaya liburan menjadi lebih kompetitif bagi wisatawan asing. Kondisi ini dimanfaatkan pelaku industri pariwisata untuk mendorong peningkatan transaksi dan penjualan paket wisata. Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, mengatakan pelaku usaha inbound berharap dapat menjual paket perjalanan dalam mata uang dolar AS agar kualitas layanan yang ditawarkan tetap terjaga di tengah fluktuasi kurs.
“Harapan kami, kami bisa menjual paket-paket dalam bentuk US Dollar agar paket tersebut bisa dipertahankan dari sisi kualitas yang kami miliki,” ujar Winastra dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Kamis 11 Juni 2026.
Dampak positif juga dirasakan pelaku industri kreatif di kawasan Borobudur, Magelang. Produk kerajinan seperti miniatur stupa dan berbagai suvenir khas daerah dinilai semakin menarik bagi wisatawan mancanegara karena harga menjadi lebih kompetitif. Permintaan dari sejumlah negara pun terus membantu menjaga aktivitas produksi para perajin lokal.