KTT BRICS 2026 Soroti Ketegangan Timur Tengah dan Kutuk Penggunaan Sanksi Sepihak

12 September 2026 23:55

Negara-negara anggota BRICS menyuarakan keprihatinan mendalam atas meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah sekaligus mengutuk secara tegas penggunaan sanksi sepihak saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di New Delhi, India.

Dikutip dalam tayangan Headline News Metro TV, Sabtu, 12 Septemebr 2026, para pemimpin BRICS, termasuk Presiden Iran Masoud Pezeshkian, secara khusus menyoroti ancaman terhadap infrastruktur sipil serta fasilitas nuklir damai. Mereka menekankan bahwa keselamatan fasilitas nuklir wajib dilindungi selama berlangsungnya konflik bersenjata. 

Pernyataan tersebut dinilai sebagai bentuk kritik terbuka terhadap serangan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran. Selain itu, kelompok BRICS secara eksplisit mengecam berbagai bentuk sanksi internasional yang diterapkan tanpa melalui pengesahan Dewan Keamanan PBB.
 



KTT BRICS tahun ini dihadiri oleh sejumlah pemimpin kunci dunia, antara lain Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Tiongkok Xi Jinping, serta Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah dan Ukraina, Perdana Menteri India Narendra Modi berupaya meredakan kekhawatiran bahwa aliansi BRICS ditujukan untuk melawan kelompok negara-negara Barat. Kendati demikian, Modi tetap menegaskan pentingnya reformasi lembaga-lembaga global agar negara-negara berkembang memiliki ruang dan suara yang lebih besar di tingkat internasional.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X